Tautan-tautan Akses

Mesir Larang Tokoh-tokoh Partai Mubarak Ikut Pemilu

  • Elizabeth Arrott

Para pendukung mantan Presiden Hosni Mubarak berkumpul di Kairo (4/5).

Para pendukung mantan Presiden Hosni Mubarak berkumpul di Kairo (4/5).

Larangan ini dikeluarkan sehari setelah calon kuat dalam pemilihan presiden nanti, Abdel Fattah el Sissi menandaskan jika ia menang Ikhwanul Muslimin tidak akan ada lagi.

Mahkamah hukum Mesir telah melarang tokoh-tokoh Partai Demokrat Nasional ikut dalam pemilihan di masa depan. Partai Demokrat Nasional adalah partai eks Presiden Hosni Mubarak.

Berdasarkan keputusan yang disebut "Mahkamah Persoalan Mendesak", tokoh maupun pemuka Partai Demokrat Nasional dilarang ikut dalam pemilihan Presiden, pemilihan DPR pusat maupun daerah yang diadakan dalam tahun ini nanti.

Mahkamah tidak menjelaskan seberapa banyak dari tokoh maupun pemuka Partai Demokrat Nasional (NDP) yang terkena larangan. Tidak ada dari mereka yang ikut dalam pemilihan presiden bulan ini, yang hanya diikuti dua calon dan diharapkan bakal dimenangkan oleh Menteri Pertahanan Jenderal Abdel Fattah el Sissi.

Partai Demokrat Nasional dibubarkan setelah Mubarak disingkirkan, namun banyak bekas anggotanya tetap menjadi bagian dari elite politik dan memegang pengaruh ekonomis besar. Konstitusi yang disetujui seputar awal tahun ini tidak menyebut sesuatu kendala yang dapat mencegah mereka ikut dalam pemilihan.

Tantangan utama terhadap kepresidenan el Sissi datang dari Ikhwanul Muslimin yaitu gerakan di belakang eks Presiden Mohammad Morsi – yang dengan bantuan el-Sissi disingkirkan tahun lalu. El Sissi menampik Ikhwanul Muslimin dalam wawancara televisi hari Senin.

Ditanya apakah Ikhwanul Muslimin akan tidak ada lagi jika ia menjadi presiden, ia tegas menjawab “Yaa benar”. Jawaban el-Sissi ini tampaknya melenyapkan semua harapan yang masih ada bakal ada kerukunan politik purna pemilihan nanti. Ikhwanul Muslimin sudah dilarang, dicap organisasi teroris, dan ribuan anggotanya dibunuh atau dipenjarakan.

Berbagai kekuatan kecil namun demokratis dewasa ini sudah merasakan gelanggang politik semakin tertutup. Pada penghujung bulan lalu 'Gerakan 6 April' yang merupakan aktor kunci dalam pemberontakan menjatuhkan Mubarak tahun 2011, juga dinyatakan terlarang.

Tingkat dukungan terhadap el Sissi dikatakan di atas 80 persen dengan pendukungnya mengatakan sikapnya yang tegas merupakan satu-satunya harapan yang dapat membawa Mesir kembali stabil.

Tetapi melihat satu-satunya lawannya dalam pemilihan nanti hanya mendapat dukungan satu angka, para analis dan penentangnya mempertanyakan apakah membatasi kegiatan politik tidak akan menimbulkan akibat pantulan yang lebih besar.
XS
SM
MD
LG