Tautan-tautan Akses

Mesir Lantik Ketua MA Jadi Pemimpin Sementara, Ikhwanul Muslimin Jadi Target


Adly Mansour (tengah) dilantik menjadi Presiden sementara Mesir, di Mahkamah Konstitusional Mesir di Kairo (4/7).

Adly Mansour (tengah) dilantik menjadi Presiden sementara Mesir, di Mahkamah Konstitusional Mesir di Kairo (4/7).

Ketua Mahkamah Agung Mesir dilantik sebagai pemimpin sementara negara itu, sehari setelah militer menggulingkan presiden Mesir yang pertama terpilih secara demokratis.

Pelantikan Adly Mansour, 68 tahun, hari Kamis (4/7), terjadi setelah peningkatan dramatis tentangan rakyat terhadap Presiden Mohamed Morsi pekan ini.

Apa yang mulai sebagai protes massal yang mendatangkan jutaan orang ke tempat-tempat di seluruh negara itu hari Minggu, berakhir hari Rabu (3/7) dengan Morsi dalam tahanan militer. Media pemerintah mengatakan surat penangkapan juga telah dikeluarkan untuk 300 anggota Ikhwanul Muslimin pimpinan Morsi.

Pimpinan angkatan bersenjata Abdul Fatah Khalil Al-Sisi memberi pidato televisi yang mengatakan tentara sedang menuruti seruan rakyat Mesir dan membekukan undang-undang dasar yang baru berusia enam bulan di negara tersebut.

Ia membentangkan peta-jalan bagi masa depan pemerintah, termasuk pengangkatan pemimpin sementara, satu dewan untuk meninjau kembali undang-undang dasar, satu komisi rekonsiliasi nasional, dan pemilu baru untuk memilih presiden dan anggota parlemen. Ia mengatakan peta jalan itu telah disepakati berbagai kelompok politik.

Baik Sisi maupun Morsi menyerukan supaya rakyat Mesir tetap damai. Presiden mengatakan melalui Twitternya tindakan militer itu adalah “kudeta penuh” dan mendesak rakyat Mesir agar menolak tindakan itu.

Protes umumnya damai, tetapi bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi telah menewaskan hampir 50 orang.

Sementara itu, kepala kejaksaan yang dipulihkan kembali jabatannya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 300 anggota Ikhwanul Muslimin, termasuk beberapa pemimpin tertingginya. Para pejabat keamanan mengatakan, pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Muhammed Badie, ditangkap Rabu malam di kota pantai Marsa Matrrouh dan telah dibawa ke Kairo.

Para pejabat itu mengatakan, Badie dan wakilnya, Khairat el-Shater, dicari sehubungan kematian delapan demonstran dalam bentrokan di luar markas besar kelompok itu di Kairo.

Dalam pidato televisinya Rabu malam, sewaktu menjelaskan penggulingan Morsi, Panglima Militer Abdul Fatah Khalil al-Sisi mengatakan, rencana militer termasuk pembentukan sebuah komisi rekonsiliasi nasional. Namun sebuah pernyataan dari Ikhwanul Muslimin, Kamis, menyerukan agar para pendukung kelompok itu memboikot proses dukungan militer tersebut. Pernyataan itu juga mendesak para pendukungnya untuk menghindari kekerasan.

Ikhwanul Muslimin berencana menggelar aksi protes damai Jumat, menanggapi apa yang disebutnya kudeta militer yang menggulingkan Presiden Morsi.

Sementara itu, massa masih memadati Tahrir Square di Kairo. Kembang api sesekali memancar di atas. Lapangan tersebut merupakan pusat aksi protes yang menggulingkan Presiden Morsi dan aksi protes juga menggulingkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011.
XS
SM
MD
LG