Tautan-tautan Akses

Mesir Bersiap Peringati HUT ke-3 Penggulingan Mubarak


Seorang polisi dengan menggunakan masker mengawal kepala keamanan Kairo, Osama al-Saghir (tiga dari kiri) saat berada di Lapangan Tahrir, pusat pergolakan tahun 2011 di Kairo, Sabtu (25/1).

Seorang polisi dengan menggunakan masker mengawal kepala keamanan Kairo, Osama al-Saghir (tiga dari kiri) saat berada di Lapangan Tahrir, pusat pergolakan tahun 2011 di Kairo, Sabtu (25/1).

Polisi dan pasukan keamanan Mesir bersiap-siap menghadapi lebih banyak kerusuhan hari Sabtu (25/1) pada saat rakyat memperingati ulang tahun ketiga pemberontakan yang menggulingkan diktator Husni Mubarak.

Polisi dan pasukan keamanan Mesir, yang dihantam gelombang serangan maut hari Jumat (24/1), tengah bersiap-siap menghadapi lebih banyak kerusuhan hari Sabtu (25/1), di saat rakyat memperingati ulang tahun ketiga pemberontakan yang menggulingkan diktator Husni Mubarak.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas hari Jumat (24/1), termasuk enam orang polisi di Kairo. Korban lainnya terjadi dalam bentrokan-bentrokan antara sesama demonstran islam, kelompok sekuler dan polisi. Ribuan orang dari ketiga kelompok itu akan berkumpul lagi di Kairo dan di kota-kota besar lainnya, hari Sabtu (25/1).

Pemberontakan Arab yang dimulai tahun 2011 yang melanda banyak kawasan timur tengah menimbulkan harapan bahwa Mesir, sebagai negara Arab yang terbesar akan bisa membangun demokrasi yang stabil. Tapi negara itu justru terlibat dalam kerusuhan politik, ketika kelompok Islam pendukung presiden Mohammed Morsi yang terguling berusaha merebut kembali kekuasaan dari pemerintah sementara yang didukung tentara, yang mengusir Morsi.

Sedikitnya terjadi empat ledakan bom di Kairo hari Jumat (24/1), termasuk serangan bom mobil dekat sebuah kantor polisi.
XS
SM
MD
LG