Tautan-tautan Akses

Mesin Pesawat TransAsia Mati Sebelum Jatuh di Taiwan


Tas-tas bags terlihat diletakkan di dekat reruntuhan pesawat TransAsia GE235 yang mengalami kecelakaan di kota New Taipei (5/2).

Tas-tas bags terlihat diletakkan di dekat reruntuhan pesawat TransAsia GE235 yang mengalami kecelakaan di kota New Taipei (5/2).

Para pejabat dari Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan dalam konferensi pers menyatakan bahwa rekaman data dan suara pesawat itu mengungkapkan bahwa mesin kanan mati 37 detik setelah lepas landas.

Dua mesin turboprop sebuah pesawat TransAsia yang jatuh di Taiwan hari Rabu tidak mampu memberi daya dorong yang cukup kuat bagi pesawat itu untuk mengudara. Demikian penjelasan para investigator, Jumat (6/2) terkait insiden kecelakaan pesawat yang menewaskan sedikitnya 35 orang.

Para pejabat dari Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan menyatakan dalam konferensi pers bahwa rekaman data dan suara pesawat itu mengungkapkan bahwa mesin kanan mati 37 detik setelah lepas landas.

Salah seorang pilot kemudian sengaja mematikan mesin kiri dan kemudian mencoba menghidupkannya kembali. Tetapi pesawat itu jatuh sebelum pilot dapat menghidupkan kembali mesin.

Rekaman para pengendali lalu lintas udara mengindikasikan bahwa kata-kata terakhir pilot sebelum pesawat itu jatuh adalah “Mayday, mayday, engine flameout.” Para pejabat hari Jumat (6/2) menyatakan penyelidikan masih terlalu dini untuk menetapkan penyebab mesin gagal berfungsi.

Tayangan video di Internet memperlihatkan pesawat nomor penerbangan 235 itu beberapa saat setelah lepas landas dari bandara Songshan Taipei, menuju pulau Kinmen. Sayap kiri pesawat, tegak lurus terhadap tanah, terlihat memotong jembatan dan sebuah taksi sebelum jatuh ke Sungai Keelung.

Pihak berwenang menyatakan 15 orang selamat, termasuk seorang anak-anak. Operasi SAR dilanjutkan untuk mencari delapan orang yang belum ditemukan.

Ini merupakan pesawat ATR-72 ke-dua yang jatuh di Taiwan dalam beberapa tahun belakangan. Juli lalu, satu dari pesawat turbo mesin ganda buatan Perancis itu jatuh di tengah-tengah cuaca buruk di dekat bandara di pulau Penghu, menewaskan 48 orang.

XS
SM
MD
LG