Tautan-tautan Akses

Merkel Tolak Pengurangan Utang Yunani, Buka Persyaratan Pembayaran Baru


Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dalam sebuah wawancara di studio ARD, di Berlin, Jerman (19/7).

Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dalam sebuah wawancara di studio ARD, di Berlin, Jerman (19/7).

Kanselir Jerman Angela Merkel kembali menolak usulan menghapus sebagian utang Yunani, tetapi mengatakan pemerintahannya akan menunjukkan fleksibilitas dalam pembicaraan baru tentang restrukturisasi pembayaran dana talangan Yunani.

Berbicara hari Minggu (19/7) di televisi Jerman, Kanselir Merkel kembali mengesampingkan apakah Yunani terpaksa terdepak dari kelompok 19 negara zona euro. Ia mengatakan kepada anggota parlemen Jerman hari Jumat bahwa keluarnya Yunani secara sementara akan menyebabkan "kekacauan yang telah diperkirakan."

Merkel berbicara sementara bank-bank Yunani yang kekurangan uang tunai untuk bersiap-siap buka kembali hari Senin untuk pertama kalinya dalam tiga minggu yang memungkinkan penarikan tunai harian terbatas. Berdasarkan kontrol baru, pembatasan transfer tunai ke luar negeri akan tetap berlaku, tetapi nasabah akan diizinkan untuk melakukan penarikan tunai tunggal sebesar $455 per minggu, bukan $65 setiap penarikan per hari.

Mengacu pada persyaratan tersebut, Merkel mengatakan kepada stasiun penyiaran ARD Jerman, "Itu bukan kehidupan normal, jadi kita harus bernegosiasi dengan cepat" dalam pembicaraan mendatang terkait dana talangan Eropa ketiga yang kira-kira besarnya $95 miliar.

Ia juga mengatakan Jerman, pemberi pinjaman dana talangan terbesar, akan melakukan apapun bagi keberhasilan perundingan bantuan baru, dengan mendapatkan jaminan bahwa Yunani memenuhi persyaratan-persyaratan pembayaran baru.

Di Athena, PM Yunani Alexis Tsipras menghadapi tantangan sengit baru dari parlemen minggu ini, selagi pemerintahannya berusaha mendapatkan persetujuan bagi langkah-langkah baru reformasi yang dipersyaratkan oleh para kreditor Eropa sebagai imbalan bagi tambahan pinjaman. (zb/al)

XS
SM
MD
LG