Tautan-tautan Akses

Menteri Uni Eropa Setuju Perketat Pos Perbatasan


Uni Eropa

Para menteri Uni Eropa hari Jumat setuju untuk memperketat pos-pos perbatasan eksternal, setelah laporan baru memperingatkan bahwa jihadis Eropa yang kembali dari Timur Tengah menimbulkan bahaya baru di dalam negeri.

Menurut laporan baru Uni Eropa, diperkirakan 2.500 pejuang Eropa masih berada di Irak dan Suriah. Ratusan telah kembali ke Eropa. Dan dengan melemahnya ISIS di Timur Tengah, para ahli percaya banyak lagi yang akan kembali.

Mereka juga khawatir taktik seperti bom mobil, yang umumnya digunakan oleh ISIS di luar negeri, mungkin diimpor ke Eropa. Pihak berwenang Perancis baru-baru ini menggagalkan rencana serangan bom mobil di Paris.

Komisaris Urusan Dalam Negeri Eropa, Dmitris Avramopoulos mengatakan menurut intelijen tidak ada pejuang asing baru memasuki Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Tetapi ia mengatakan kepada wartawan bahwa pemeriksaan sistematis di perbatasan, termasuk pemeriksaan terhadap penduduk Uni Eropa, adalah satu dari berbagai tindakan melawan teror yang dilakukan Uni Eropa.

"Kami telah mengerahkan semua kemampuan kami untuk mengatasi masalah ini. Kemarin kami menyelenggarakan forum internet kedua. Para provider internet terlibat, kami bekerjasama sangat baik berdasarkan rasa saling percaya dan mereka sudah mulai menyingkirkan materi teroris terlarang dan dari semua platform," tambahnya.

Perancis, Belgia dan Jerman telah diserang teroris tahun ini, dan anggota-anggota Uni Eropa lainnya khawatir teroris akan melancarkan serangan-serangan lagi. Kepala intelijen Inggris memperingatkan hari Kamis, ISIS sedang merencanakan serangan lebih banyak terhadap Inggris dan sekutu-sekutunya.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Bruno Leroux juga mengulangi seruannya bagi perangkat lunak komunikasi baru yang memungkinkan dinas-dinas intelijen Eropa memantau pesan-pesan yang terinkripsi yang dikirim oleh para teroris. [ps/ds]

XS
SM
MD
LG