Tautan-tautan Akses

Menteri Keuangan India: Penarikan Mata Uang Sukses


Warga India menukarkan lembaran uang lama yang ditarik pemerintah di sebuah kantor pos di pinggiran kota Jammu, India, 29 Desember 2016. (AP Photo/Channi Anand)

Para pengecam mengatakan langkah pemerintah menghapus 86 persen mata uang tanggal 8 November dalam upaya memberantas korupsi itu, bukan hanya gagal mencapai tujuannya tapi juga memperlambat ekonomi, yang tadinya tumbuh dengan cepat.

Menteri Keuangan India, Arun Jaitley, menyebut penarikan mata uang yang kontroversial, sukses dan tampak dari lonjakan pengumpulan pendapatan.

“Keuntungan besar karena langkah bersejarah ini sudah tampak nyata, banyak uang yang masuk dalam sistem perbankan” kata Jaitley kepada wartawan, Kamis (29/12), sehari sebelum batas waktu 30 Desember untuk menyerahkan lembaran mata uang yang dilarang ke bank-bank.

Para pengecam mengatakan langkah pemerintah yang mengejutkan untuk menghapus 86 persen mata uang itu tanggal 8 November dalam upaya memberantas korupsi, bukan hanya gagal mencapai tujuannya tapi juga memperlambat ekonomi, yang tadinya tumbuh dengan cepat.

“Langkah itu tidak mampu menghentikan penggunaan uang tunai gelap apalagi proses pendapatan gelap. Jadi perekonomian gelap tidak terimbas oleh langkah ini,” kata ekonom Arun Kumar mantan profesor pada Jawaharlal Nehru University. Ekonomi gelap adalah istilah yang digunakan di India untuk kekayaan illegal.

Tindakan pemerintah itu adalah untuk menarik uang ilegal dari peredaran, tapi justru membuat kelangkaan uang tunai besar-besaran dan mengikis tabungan jutaan warga miskin. Pemerintah dikecam luas karena buruknya pelaksanaan dan kurangnya persiapan langkah drastis yang menyedot mata uang negara itu dalam waktu singkat.

Menteri Keuangan Jaitley mengatakan “dampak langkah itu sudah bisa dilihat pada pajak dan perolehan pendapatan.”

Ia mengatakan pajak langsung meningkat 14,4 persen hingga 19 Desember dan pengumpulan pajak tidak langsung naik 26,2 persen hingga akhir November. (my/isa)

XS
SM
MD
LG