Tautan-tautan Akses

Menteri India Dikecam karena Tuding 'Pakaian Barat' Picu Kekerasan Seksual


Polisi-polisi India berjaga di dkap papan bertuliskan pesan Selamat Tahun Baru di Hyderabad, India, 31 Desember 2016 (Foto: dok).

Rekan politisinya, Kiren Rijiju, Menteri Muda Dalam Negeri pemerintah pusat, yang menyebut komentar itu "tidak bertanggung jawab" dan menekankan pentingnya keselamatan perempuan melalui akun resmi Twitter-nya.

Seorang menteri India mendapat kecaman luas karena menyatakan bahwa "pakaian barat" penyebab kekerasan seksual yang terjadi di kota Bangalore pada malam tahun baru.

"Sejumlah besar remaja berkumpul, remaja yang hampir seperti orang Barat," kata Mendagri, Karnataka G Parameshwara kepada jaringan TV The Times Now. "Mereka mencoba untuk meniru gaya Barat tidak hanya pada pola pikir, tetapi bahkan cara berpakaian, sehingga mengganggu, dan ada perempuan dilecehkan, hal semacam ini bisa terjadi."

Pemimpin Partai Samajwadi di India, Abu Azmi, menyatakan pandangan ini Selasa, menyalahkan "gaun pendek" perempuan atas insiden tersebut dan menyebut pengaruh Barat "menodai budaya India".

Rekan politisinya, Kiren Rijiju, Menteri Muda Dalam Negeri pemerintah pusat, yang menyebut komentar itu "tidak bertanggung jawab" dan menekankan pentingnya keselamatan perempuan di akun resmi Twitter-nya.

Ketua Komisi Nasional Perempuan India, Lalitha Kumaramangalam, mengatakan, Parameshwara harus mengundurkan diri atas komentarnya itu.

"Kapan pria India mau belajar menghargai perempuan? Menteri tersebut harus meminta maaf kepada perempuan di seluruh negeri dan mengundurkan diri," kata Kumaramangalam kepada kantor berita Press Trust of India.

Laporan media setempat mengatakan, ratusan perempuan melarikan diri di jalan-jalan dan bersembunyi di balik polisi ketika massa turun ke jalan pada malam tahun baru hendak menyerbu mereka. Polisi belum menangkap siapa pun tetapi akan melihat rekaman CCTV yang merekam peristiwa itu untuk mengidentifikasi penyerang. [jm]

XS
SM
MD
LG