Tautan-tautan Akses

Menteri Clinton Temui Perempuan Pemenang Hadiah Nobel dari Yaman


Menlu AS Hillary Clinton bercakap-cakap dengan Nobelis Perdamaian tahun ini, Tawakkul Karman dari Yaman.

Menlu AS Hillary Clinton bercakap-cakap dengan Nobelis Perdamaian tahun ini, Tawakkul Karman dari Yaman.

Menlu Clinton menjanjikan dukungan Amerika bagi revolusi yang berlangsung di Yaman dan kemitraan dengan Yaman yang baru.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton bertemu aktivis hak-hak perempuan Yaman yang, bersama dua perempuan lain, dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Clinton bertemu Tawakkal Karman pada hari Jumat (28/10) di Departemen Luar Negeri. Ia memuji komitmen Karman bagi demokrasi dan HAM. Clinton mengatakan Amerika ingin menjadi mitra yang baik bagi rakyat Yaman dalam revolusi politik mereka dan akan terus mendukung pembentukan Yaman yang baru, dengan membuka kesempatan politik dan ekonomi bagi semua.

Sebaliknya, Karman mengatakan, demonstran Yaman akan mencengangkan dunia dengan mendirikan negara baru, sebagaimana mereka mencengangkan dunia dengan revolusi mereka. Ia juga memuji ratusan perempuan Yaman yang membakar cadar mereka pekan ini guna memrotes tindakan keras pemerintah. Menurutnya, perempuan Yaman tidak akan lagi bersembunyi di balik cadar atau tembok.

Komite Nobel Norwegia menganugerahi Karman Hadiah Nobel Perdamaian tiga minggu lalu, bersama Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee. Karman, aktivis dan wartawan berusia 32 tahun, dipuji karena berperan utama "dalam perjuangan bagi hak-hak perempuan serta bagi demokrasi dan perdamaian" di Yaman.

Kepada wartawan setelah memenangi hadiah itu, Karman mengatakan, ia mendedikasikan hadiah itu kepada "para pemuda yang melancarkan revolusi di Yaman," dan menyatakan, hal itu adalah kemenangan dalam pergolakan negara itu terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh.

XS
SM
MD
LG