Tautan-tautan Akses

Menonton TV Secara Maraton Dapat Mematikan


Orang yang menonton televisi lebih dari lima jam sehari berisiko dua kali lipat mengalami emboli paru yang fatal.

Orang yang menonton televisi lebih dari lima jam sehari berisiko dua kali lipat mengalami emboli paru yang fatal.

Duduk terlalu lama dalam sehari untuk menonton televisi memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat emboli paru, yaitu penyumbatan mendadak di salah satu arteri paru-paru.

Menonton sejumlah film atau episode televisi sekaligus memang sudah menjadi hobi yang mengasyikkan bagi banyak orang. Tapi Anda harus hati-hati karena sebuah penelitian baru di Jepang menemukan bahwa menonton televisi terlalu lama bisa membunuh Anda.

Studi selama 18 tahun yang melibatkan lebih dari 86.000 orang ini mengungkapkan bahwa mereka yang duduk terlalu lama dalam sehari untuk menonton televisi memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat emboli paru, yaitu penyumbatan mendadak atau gumpalan darah di salah satu arteri paru-paru.

Menurut Mayo Clinic, dalam banyak kasus emboli paru disebabkan oleh penggumpalan darah yang mengalir ke paru-paru, sebagian besar dari kaki tetapi sesekali dari bagian tubuh lain juga.

Masalah kesehatan lain yang telah dikaitkan dengan duduk terlalu lama termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker.

Menurut riset terbaru ini, orang yang menonton televisi lebih dari lima jam sehari berisiko dua kali lipat mengalami emboli paru yang fatal dibandingkan mereka yang menonton dengan rentang hanya 2,5 jam.

Menurut penulis utama studi ini, Toru Shirakawa, yang juga peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Osaka di Jepang, sebaiknya kita tidak hanya duduk saja saat menonton televisi dalam rentang waktu lama. Selingi dengan berjalan di tempat atau berdiri. Selain itu, jangan lupa minum agar terhindar dari dehidrasi.

Di samping aktivitas menonton televisi, bermain game komputer terlalu lama juga disebutnya berkaitan dengan kematian akibat emboli paru.

Temuan ini dipresentasikan dalam kongres tahunan European Society of Cardiology di London.

XS
SM
MD
LG