Tautan-tautan Akses

Menlu Rusia: Negaranya Tidak Dapat Bergabung dengan Koalisi AS


Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (Foto: dok).

Kremlin telah mengatakan fokusnya di Suriah adalah menghancurkan ISIS, dan bahwa terserah kepada rakyat Suriah untuk menentukan apa yang akan dilakukan mengenai Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya tidak dapat bergabung dengan koalisi yang dipimpin Amerika yang memerangi ISIS di Suriah karena itu adalah ilegal dan dilakukan dengan dasar yang palsu.

Lavrov hari Kamis mengatakan Amerika dan sekutunya seharusnya jangan menolak kerja sama dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, dengan mengatakan Assad mempunyai pasukan darat yang paling mampu memerangi terorisme.

“Mitra-mitra kita mempunyai pilihan: apakah terus berkeras dengan pendapat bahwa hanya peletakan jabatan Presiden al-Assad akan menyelamatkan kawasan itu dari ancaman terorisme . . atau dengan memulai kerjasama dengan semua pihak yang benar-benar berminat mencegah pecahnya kawasan yang sangat bersejarah ini.”

Gedung Putih hari Kamis menyatakan lagi sikapnya yang sudah lama bahwa pemerintahan Assad bertanggung-jawab atas bencana di Suriah dan perkembangan ISIS. Pemerintahan Obama telah mengatakan Assad tidak boleh turut dalam masa depan Suriah, dan bahwa mendukungnya adalah “taruhan yang akan kalah.”

Amerika Serikat mengatakan pihaknya prihatin atas kedatangan peralatan militer dan para penasehat Rusia ke pangkalan udara Suriah dalam beberapa minggu ini.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan pekan ini Amerika sedang mempertimbangkan tawaran Rusia akan pembicaraan militer-ke-militer mengenai perang di Suriah. Kremlin telah mengatakan fokusnya di Suriah adalah menghancurkan ISIS, dan bahwa terserah kepada rakyat Suriah untuk menentukan apa yang akan dilakukan mengenai Assad.

Kerry mengatakan ia masih menghendaki pemahaman yang lengkap dan jelas mengenai apa maksud Rusia. Tetapi, ia telah memperingatkan Lavrov bahwa peningkatan kehadiran militer Rusia di Suriah dengan maksud untuk menopang Assad akan membuat perang itu lebih buruk dan merongrong perang melawan ekstrimis.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Mualem mengatakan hari Kamis tidak ada tentara Rusia bertempur dengan berdampingan dengan pasukan Suriah. Tetapi, ia mengatakan Suriah tidak akan ragu-ragu meminta pertolongan Rusia kalau diperlukan. (gp)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG