Tautan-tautan Akses

Menlu Minta Perselisihan di Laut Cina Selatan Cepat Selesai


Dari kiri ke kanan, Menlu Indonesia Marty Natalegawa, Menlu Thailand Kasit Piromya, Menlu Singapura George Yeo dan Erlinda Basilio sebelum pembukaan pertemuan ASEAN di Lombok, NTB.

Dari kiri ke kanan, Menlu Indonesia Marty Natalegawa, Menlu Thailand Kasit Piromya, Menlu Singapura George Yeo dan Erlinda Basilio sebelum pembukaan pertemuan ASEAN di Lombok, NTB.

Menurut Menlu Marty Natalegawa, para menlu ASEAN sepakat harus ada urgensi untuk memajukan proses penyelesaian sengketa.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan negara-negara Asia Tenggara dan Tiongkok harus segera bersidang untuk menyusun seperangkat kode perilaku berkenaan dengan perselisihan di Laut Cina Selatan. Menteri Natalegawa memberitahu wartawan bahwa masalah ini dibahas secara sangat rinci dalam sidang dua hari para menteri luar negeri ASEAN yang baru saja usai.

Kelompok negara-negara ASEAN dan Tiongkok telah bekerja selama sembilan tahun untuk menyepakati kode perilaku ini, guna mencegah berbagai klaim yang tumpang-tindih terhadap wilayah perairan yang kaya minyak dan gas itu. Menurut Natalegawa, para menteri luar negeri ASEAN sepakat bahwa harus ada semacam urgensi yang lebih kuat untuk memajukan proses ini.

Masalah lain yang dibahas dalam pertemuan ASEAN adalah mengenai Burma. Jurubicara organisasi HAM Alternative ASEAN Network, Debbie Stothardt, mengatakan, pihak militer Burma masih mengurung lebih dari 2.000 tahanan politik.

Ia mengemukakan ASEAN seharusnya menyerukan agar junta militer Burma dan parlemen yang baru, untuk bekerjasama dalam investigasi internasional, berkenaan dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan-kejahatan lainnya yang terjadi di negara itu.

Kelompok-kelompok HAM telah mempertanyakan legitimasi pemilu Burma pada bulan November lalu, dengan tuduhan bahwa telah terjadi penipuan dan pembatasan partisipasi terhadap sejumlah partai politik oposisi.

XS
SM
MD
LG