Tautan-tautan Akses

Menlu Mesir: Barat Tak Berbagi Intelijen dengan Mesir


Menteri Luar Negeri Mesir Sarmeh Shoukry (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Mesir Sarmeh Shoukry (Foto: dok).

Media Perancis melaporkan bahwa kotak hitam perekam yang ditemukan dalam reruntuhan pesawat memberi indikasi bahwa sebuah bom menjatuhkan pesawat itu dari angkasa Mesir pekan lalu, menewaskan ke-224 orang di dalamnya.

Menteri Luar Negeri Mesir Sarmeh Shoukry mengatakan kepada para wartawan bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan negara lain gagal berbagi informasi intelijens dengan Mesir mengenai kejatuhan pesawat penumpang Rusia pekan lalu.

Shoukry berbicara kepada para wartawan hari Sabtu di Kairo, mengeluh bahwa informasi intelijen asing yang memberi indikasi kemungkinan ledakan bom dalam pesawat tersebut “sampai sekarang’ belum disediakan kepada dinas keamanan Mesir. Ia tidak menjelaskan apakah “sampai sekarang” maksudnya beberapa hari atau beberapa jam ini.

Shoukry mengatakan Mesir selama ini mengira bahwa informasi teknis yang digunakan pemerintah barat akan diberikan kepada Kairo.

Media Perancis melaporkan bahwa kotak hitam perekam yang ditemukan dalam reruntuhan pesawat memberi indikasi bahwa sebuah bom menjatuhkan pesawat itu dari angkasa Mesir pekan lalu, menewaskan ke-224 orang di dalamnya.

Televisi France-2 dan Kantor Berita Perancis AFP mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan itu.

Sumber AFP mengatakan menurut para penyelidik, perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit menunjukkan semuanya normal dalam pesawat penumpang Metrojet Rusia itu.

Lalu setelah 24 menit terbang, “tiba-tiba tidak ada suara sama sekali,” setelah salah satu kotak itu merekam suara keras dan berakhir dengan kekerasan dan mendadak, yang dekat kuat memberi indikasi sebuah bom meledak.

Presiden Amerika Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron keduanya mengatakan jelas ada kemungkinan pesawat itu dibom.

Inggris juga mengungkapkan hari Sabtu (7/11) bahwa sebuah pesawat yang membawa wisatawan Inggris ke Sharm El-Sheikh bulan Augustus lolos dari roket sampai jarak 300 meter di udara tanggal 23 Augustus tahun ini.

Pemerintah Inggris mengatakan mereka menyimpulkan bahwa insiden itu “tidak diarahkan kepada pesawat dan kemungkinan berhubungan dengan latihan rutin yang dilakukan militer Mesir di daerah itu.

Presiden Rusia Vladimir Putih menyebut teori bom itu sama-sekali spekulasi.

Namun, Putin hari Jumat menghentikan semua penerbangan komersial Rusia ke Mesir, memenuhi rekomendasi pimpinan keamanannya Alexander Bortnikov sampai kita menentukan penyebab sesungguhnya kejatuhan pesawat itu, katanya. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG