Tautan-tautan Akses

Menlu-menlu Eropa: AS Sebaiknya Tunggu Laporan PBB atas Suriah


Menteri Luar Negeri AS dan Menlu Perancis Laurent Fabius tiba di konferensi pers di Kementerian Luar Negeri Perancis, Paris, Sabtu (7/9).

Menteri Luar Negeri AS dan Menlu Perancis Laurent Fabius tiba di konferensi pers di Kementerian Luar Negeri Perancis, Paris, Sabtu (7/9).

Menlu AS John Kerry berjanji menyampaikan keprihatinan rekan-rekannya dengan pemerintahan Obama, namun belum memutuskan apakah akan menunggu laporan tersebut.

Menteri-menteri luar negeri Eropa yang skeptis, pada hari Sabtu (7/9) mendesak Amerika agar menunda kemungkinan aksi militer terhadap Suriah sampai ada laporan inspektur PBB mengenai dugaan serangan senjata kimia bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan ia akan menyampaikan keprihatinan rekan-rekannya dengan pejabat-pejabat pemerintahan Obama. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang menghadiri pertemuan Kerry dengan para menteri itu mengatakan, Kerry menegaskan bahwa Amerika belum memutuskan untuk menunggu.

Pejabat itu tidak mau identitasnya diketahui untuk mengungkap rincian pertemuan tertutup itu.

Amerika menyebut pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad bertanggung jawab atas serangan 21 Agustus lalu di pinggiran kota Damaskus di mana, mengutip laporan intelijen, gas sarin digunakan. Amerika mengatakan 1.429 orang tewas, termasuk 426 anak.

Pemantau HAM Suriah berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, yang mengumpulkan informasi dari jaringan aktivis anti-rezim, mengatakan sejauh ini pihaknya hanya mampu mengukuhkan 502 kematian.

Pejabat-pejabat Eropa mempertanyakan apakah setiap aksi militer terhadap pemerintah Assad bisa efektif.
XS
SM
MD
LG