Tautan-tautan Akses

AS

Menlu Kerry: AS Tak Permasalahkan Masa Lalu Iran


Menteri Luar Negeri AS John Kerry melambaikan tangan setelah berbicara kepada wartawan di Boston (12/6). (AP/Elise Amendola)

Menteri Luar Negeri AS John Kerry melambaikan tangan setelah berbicara kepada wartawan di Boston (12/6). (AP/Elise Amendola)

Amerika Serikat dan mitra-mitra perundingannya – Inggris, China, Perancis, Jerman dan Rusia – mempunyai batas waktu 30 Juni untuk mencapai persetujuan nuklir dengan Iran.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan hari Selasa (16/6) Amerika Serikat tidak terlalu mempermasalahkan kegiatan nuklir Iran di masa lalu, sementara Amerika berusaha memenuhi batas waktu bagi persetujuan nuklir dengan Iran.

Kerry mengatakan kepada para wartawan Amerika mengetahui apa yang dilakukan Iran di masa lalu dan mengetahui kegiatan yang dicurigai merancang senjata nuklir dan menguji coba komponen-komponen.

“Yang kami usahakan sekarang adalah melangkah maju,” kata Kerry. "Sangat penting bagi kita untuk mengetahui bahwa kegiatan-kegiatan tadi telah dihentikan dan bahwa kita dapat memeriksanya dengan cara yang sah.”

Iran menolak tuntutan agar para inspektur diizinkan meninjau tempat-tempat sarana militer sebagai bagian dari persetujuan nuklir. Kerry mengatakan akses “sangat-sangat penting” untuk persetujuan itu.

Amerika Serikat dan mitra-mitra perundingannya – Inggris, China, Perancis, Jerman dan Rusia – mempunyai batas waktu 30 Juni untuk mencapai persetujuan nuklir dengan Iran.

Iran akan mengurangi pengolahan nuklirnya untuk menjaganya supaya tidak dapat membuat bom nuklir. Sanksi yang kuat yang telah merusak parah ekonomi Iran akan dilonggarkan sebagai imbalannya.

Iran membantah hendak membuat senjata nuklir.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG