Tautan-tautan Akses

Menlu Jerman: Ada Perbedaan Tajam di KTT G8 Terkait Peran Rusia di Ukraina


Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier (kanan) bersama pemimpin oposisi Ukraina Vitaly Klitschko (kiri) dan Arseny Yatsenyuk setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Presiden Viktor Yanukovych (21/2). (Reuters/Maks Levin)

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier (kanan) bersama pemimpin oposisi Ukraina Vitaly Klitschko (kiri) dan Arseny Yatsenyuk setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Presiden Viktor Yanukovych (21/2). (Reuters/Maks Levin)

Frank-Walter Steinmeier mengatakan kepada stasiun televisi Jerman ARD bahwa mengajak Kyiv dan Moskow berunding adalah prioritas utama.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Minggu (2/3) mengisyaratkan bahwa para anggota kelompok delapan negara industri atau G8 terpecah soal apakah bijaksana untuk tidak melibatkan Rusia dalam konferensi tingkat tinggi karena perannya dalam krisis di Ukraina.

Berbicara sehari sebelum pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa untuk membahas krisis ini, Steinmeier mengatakan kepada stasiun televisi Jerman ARD bahwa mengajak Kyiv dan Moskow berunding adalah prioritas utama.

Steinmeier mengatakan Organisasi bagi Keamanan dan Kerjasama di Eropa dapat diminta untuk membentuk dan mengirim misi pencari fakta untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di Krimea dan Ukraina Timur.

Ia menambahkan sebuah “kelompok kontak” internasional yang beranggotakan negara-negara Eropa dan mungkin PBB – bersama Rusia dan Ukraina – bisa menjadi bagian dari solusi tersebut.

Steinmeier tidak membahas kemungkinan adanya tindakan khusus terhadap Rusia.

Anggota-anggota G8 meliputi Amerika, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang dan Rusia. Jerman dijadwalkan memimpin kelompok itu pada 2015.
XS
SM
MD
LG