Tautan-tautan Akses

Menlu Inggris Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Burma


Ikon demokrasi Burma Aung San Suu Kyi (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Inggris William Hague di depan kediaman duta besar Inggris di Yangon (5/1)

Ikon demokrasi Burma Aung San Suu Kyi (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Inggris William Hague di depan kediaman duta besar Inggris di Yangon (5/1)

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan akan mendesak Burma supaya membebaskan tahanan politik dalam kunjungan resmi pertamanya ke negara Asia Tenggara itu.

Kunjungan bersejarah Hague ke Burma mulai di ibukota Naypyidaw, di mana ia akan bertemu dengan Presiden Thein Sein. Ia kemudian menuju ke Rangun (Yangon) untuk bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi.

Sebelum berangkat dari London, Hague mengatakan ia mengunjungi negara itu untuk mendorong pemerintah Burma supaya terus menempuh jalan reformasi dan melihat apa yang dapat dilakukan Inggris untuk membantu proses ini. Tetapi, ia menambahkan negaranya sangat berminat mengusahakan pembebasan semua sisa tahanan politik, pemilu yang bebas dan adil serta akses bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah konflik.

Hague adalah menteri luar negeri Inggris yang pertama berkunjung ke Burma dalam lebih 50 tahun.

Para pemimpin Barat menyatakan penghargaan atas langkah reformasi pemerintah baru Burma
menuju demokrasi. Pemerintah baru itu mengambil alih kekuasaan bulan Maret.

Pemerintah baru yang berwajah sipil itu juga telah mengubah undang-undang pemilu guna memungkinkan tokoh politik yang lama ditahan dan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi untuk mendaftarkan kembali partainya, Liga Nasional bagi Demokrasi sebagai partai politik dan turut dalam pemilihan legislatif bulan April.

XS
SM
MD
LG