Tautan-tautan Akses

Menlu AS, Menlu Iran Lanjutkan Perundingan Nuklir di Jenewa


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry (kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Jenewa, Swiss (Foto:dok). Keduanya akan melanjutkan perundingan nuklir hari ini, Senin (23/2).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry (kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Jenewa, Swiss (Foto:dok). Keduanya akan melanjutkan perundingan nuklir hari ini, Senin (23/2).

Para perunding AS dan Iran telah bertemu sejak Jumat (20/2) dalam upaya menyelesaikan perselisihan teknis, yang menghambat kesepakatan soal nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu untuk hari ke-dua, Senin, guna membicarakan program nuklir Iran, sementara tenggat akhir Maret untuk mencapai suatu perjanjian sementara semakin dekat. Kerry dan Zarif berunding di sebuah hotel di Jenewa. Menurut para pejabat, masih ada perbedaan pendapatdalam upaya mencapai suatu persetujuan.

Pembicaraan antara Iran dan enam negara kuat dunia berpusat pada berapa banyak uranium yang akan diperbolehkan untuk diperkaya oleh Teheran, jumlah sentrifusa yang dapat dioperasikan dan seberapa cepat sanksi-sanksi ekonomi terhadap Teheran akan dicabut.

Ketua tim perunding nuklir Iran Ali Akbar Salehi dan Menteri Energi Amerika Ernest Moniz kemudian bergabung dalam pembicaraan itu.

Para perunding Amerika dan Iran telah bertemu sejak Jumat dalam upaya menyelesaikan perselisihan teknis, yang menghambat tercapainya perjanjian komprehensif antara Iran dan Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman.

Kedua pihak menetapkan tenggat 31 Maret untuk mencapai perjanjian kerangka kerja, dan 1 Juli sebagai tenggat tercapainya perjanjian tetap yang akan memastikan aktivitas nuklir Iran bertujuan damai sebagai imbalan pencabutan sanksi-sanksi yang melumpuhkan ekonomi Iran.

Di Teheran, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut diskriminatif, sikap sembilan negara di dunia yang diketahui atau diduga memiliki kemampuan nuklir, yang ingin mengecualikan Iran untuk bergabung dengan kelompok itu.

XS
SM
MD
LG