Tautan-tautan Akses

SBY Minta Menlu ASEAN Wujudkan Konsep Keamanan ASEAN

  • Muliartha

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama pejabat dan beberapa Menlu ASEAN berada di Nusa Dua, Bali, dalam pembukaan pertemuan para menlu ASEAN, Selasa (19/07).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama pejabat dan beberapa Menlu ASEAN berada di Nusa Dua, Bali, dalam pembukaan pertemuan para menlu ASEAN, Selasa (19/07).

Konflik di kawasan ASEAN kini menjadi salah satu kendala dalam upaya mewujudkan keamanan dan mewujudkan target komunitas masyarakat ASEAN pada 2015. Oleh karena itu, SBY meminta para menteri mewujudkan target keamanan dan target komunitas masyarakat ASEAN.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau para menteri luar negeri ASEAN untuk segera mewujudkan konsep keamanan ASEAN. Hal ini guna mewujudkan target keamanan ASEAN dan target komunitas masyarakat ASEAN pada 2015. Apalagi, selama ini ASEAN didirikan untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan ASEAN.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan imbauannya tersebut pada pidatonya saat pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Nusa Dua, Bali, Selasa pagi. Menurut SBY, membaiknya hubungan Kamboja dan Thailand dapat menjadi langkah awal bagi upaya mewujudkan keamanan ASEAN. Di sisi lain, masih perlu adanya upaya untuk mendorong peningkatan status Declaration on the Conduct (DOC) atau deklarasi bersama yang memuat elemen-elemen kerjasama di Laut Cina Selatan menjadi Code of Conduct (COC) atau kode etik bersama. Hal ini bukan saja demi mewujudkan keamanan di Laut Cina Selatan tetapi juga untuk meyakinkan dunia bahwa konflik di Laut Cina Selatan dapat diatasi.

Presiden Yudhoyono mengatakan, “Kami perlu mengirim sinyal kuat kepada dunia bahwa masa depan Laut Cina Selatan dapat diprediksi dan dikelola. Dan kita perlu menyelesaikan bahwa pedoman yang sudah disepakati, karena kita perlu melangkah ke tahap berikutnya, untuk mengidentifikasi elemen-elemen dari kode etik. Semakin kita mampu melakukan hal ini, semakin baik kita dapat mengatur situasi di Laut Cina Selatan.”

Presiden SBY berpidato dalam acara pembukaan pertemuan para menlu ASEAN di Nusa Dua Bali (19/07).

Presiden SBY berpidato dalam acara pembukaan pertemuan para menlu ASEAN di Nusa Dua Bali (19/07).

Di sisi lain, Presiden Yudhoyono mengaku menyambut baik adanya kesepakatan pemberlakuan zona bebas senjata nuklir di kawasan ASEAN. Apalagi terdapat kemajuan pembentukan Komisi Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir sebagai bentuk kontribusi ASEAN terhadap masalah perdamaian dan keamanan internasional. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan para menteri luar negeri ASEAN telah menetapkan standar prioritas yang salah satunya yaitu mewujudkan pembangunan komunitas ASEAN mulai tahun ini dan terwujudnya keamanan untuk mencapai pembangunan ekonomi

Marty Natalegawa mengatakan, “Untuk memastikan bahwa kami membuat kemajuan yang signifikan dalam membangun komunitas ASEAN pada tahun 2011. Kedua, bahwa kita mengerahkan semua kapasitas ASEAN untuk memastikan bahwa wilayah yang lebih luas terus ditandai dengan perdamaian dan stabilitas untuk membuat kemajuan dalam mengejar pembangunan ekonomi dan kemakmuran."

Marty mengatakan para menteri luar negeri ASEAN juga menargetkan meluncurkan visi ASEAN 2015 yaitu Komunitas ASEAN dalam komunitas global bangsa-bangsa, di mana ASEAN secara aktif terlibat dalam mengatasi tantangan global.

XS
SM
MD
LG