Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS: Tidak Ada Rencana Kunjungan ke Iran


Menteri Luar Negeri AS John Kerry berbicara pada media setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Departemen Luar Negeri di Washington, 16 Juli 2015.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry berbicara pada media setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Departemen Luar Negeri di Washington, 16 Juli 2015.

Lewat sejumlah acara televisi hari Minggu, Menteri Luar Negeri John Kerry berusaha menjelaskan kepada publik Amerika mengenai perjanjian nuklir bersejarah dengan Iran.

Kerry mengatakan, perjanjian yang dicapai setelah negosiasi berbulan-bulan antara para menteri luar negeri dari tujuh negara itu, tidak otomatis memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran.

Kunjungan Menlu Amerika ke Iran "tidak ada rencana" kata Kerry dalam acara berita di saluran TV ABC, "This Week."

"Sekarang ini kita tidak punya hubungan,” tambahnya.

Perjanjian itu adalah hasil beberapa putaran perundingan gigih antara Iran dan 6 negara kuat dunia untuk membatasi program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai.

Tetapi sebagian politisi dan kontestan calon presiden dari Partai Republik mendamprat perjanjian itu dan berjanji akan menampiknya seandainya Kongres melakukan pemungutan suara untuk itu.

Departemen Luar Negeri Amerika meneruskan naskah perjanjian yang disebut "joint comprehensive plan of action" kepada Kongres hari Minggu. Kongres mempunyai waktu 60 hari terhitung tanggal 20 Juli untuk mengkaji perjanjian tersebut sebelum memutuskan untuk menerima atau menolaknya.

Pemimpin mayoritas Senat Amerika, Mitch McConnell dari Partai Republik, meramalkan, Presiden Obama akan mendapat “tantangan berat” untuk meloloskan perjanjian di kongres yang skeptis dan didominasi fraksi Republik. Ia mengritiknya sebagai perjanjian terbaik bagi Iran, tetapi bukan yang sebenarnya bakal mengakhiri program nuklir Iran.”

Obama berjanji akan mem-veto jika Kongres menolak perjanjian nuklir itu.

Hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengatakan perjanjian itu bukan berarti mereka bekerjasama dengan Amerika dan sekutunya dalam isu-isu lain, sehingga memicu respon keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Jika seseorang berpikir bahwa memberi konsesi penuh kepada Iran akan membawa perubahan pada kebijakan Iran, maka seseorang itu menerima jawaban tegas akhir pekan ini,” kata Netanyahu, pada pertemuan mingguan kabinet.

"Iran tidak berusaha menyembunyikan fakta bahwa mereka akan mengeluarkan ratusan milyar dolar yang akan diperolehnya dari perjanjian ini untuk mempersenjatai mesin teror mereka.”

Sejumlah pejabat Amerika akan berangkat ke Timur Tengah untuk meredakan kecemasan negara-negara lain di sana. perjanjian itu akan mengurangi program nuklir Iran dan sebagai imbalan Barat melonggarkan sanksi ekonomi terhadap negara itu.

Menteri Pertahanan Amerika, Ash Carter akan mengunjungi Israel dan Arab Saudi minggu ini, sementara Menlu Kerry akan melawat kawasan Teluk bulan depan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG