Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS Prihatin Atas Penangkapan Anggota Ikhwanul Muslimin


Menteri Luar Negeri AS John Kerry menaiki tangga pesawat setelah bertemu pemerintah Mesir di Kairo, November 2013. (AP/Jason Reed, Reuters)

Menteri Luar Negeri AS John Kerry menaiki tangga pesawat setelah bertemu pemerintah Mesir di Kairo, November 2013. (AP/Jason Reed, Reuters)

Kerry menekankan perlunya proses politik inklusif yang mencakup seluruh spektrum politik dan menghormati hak asasi semua warga Mesir.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry kembali mengutarakan keprihatinan akan penindakan yang diperluas pemerintah Mesir yang didukung militer terhadap Ikhwanul Muslimin.

Polisi menangkap puluhan anggota Ikhwanul Muslimin, Kamis (26/12), setelah pemerintah menyatakan kelompok itu organisasi teroris dan mengumumkan pembatasan baru yang ketat terhadap orang-orang yang mendukungnya.

Pemerintah sementara telah menuduh kelompok Islamis itu melakukan gelombang kekerasan, termasuk ledakan bom mobil pada Selasa di markas besar kepolisian di kota Mansoura di Delta Nil, yang menewaskan 15 orang.

Kerry mengutuk serangan itu, serta pemboman bus pada Kamis di Kairo yang melukai lima orang. Tetapi, ia juga mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Fahmy melalui telepon, ia prihatin Ikhwanul Muslimin dinyatakan organisasi teroris berikut penahanan serta penangkapan baru-baru ini.

Departemen Luar negeri Amerika mengatakan Kerry menekankan perlunya proses politik inklusif yang mencakup seluruh spektrum politik dan menghormati hak asasi semua warga Mesir untuk mencapai kestabilan politik dan perubahan demokratis.
XS
SM
MD
LG