Tautan-tautan Akses

Menlu AS Peringatkan Israel Soal Solusi Satu Negara


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry di Washington DC (28/12).

Solusi dua negara membayangkan Yerusalem sebagai ibukota bagi Israel dan negara Palestina pada masa depan. Resolusi PBB mengecam pembangunan permukiman Israel di Yerusalem timur, yang akan menjadi ibukota Palestina.

Menteri Luar Negeri AS yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, John Kerry, mengungkapkan pandangannya mengenai solusi permanen yang mungkin bagi konflik Israel-Palestina.

Dalam pidato selama satu jam, Rabu (28/12), Kerry memperingatkan bahwa solusi dua negara berada dalam ancaman serius, dan bahwa solusi satu negara tidak akan menguntungkan Israel. PM Israel Benjamin Netanyahu segera mengecam pidato Kerry, dan mengatakan, solusi itu dirancang untuk mendukung Palestina. Presiden terpilih Donald Trump menjanjikan dukungan kuat bagi Israel.

Kerry mengatakan, mereka yang mendukung perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur saat ini sedang menentukan masa depan Israel.

"Mereka mempercayai solusi satu negara, yakni Israel yang lebih besar. Kenyataannya, seorang menteri terkemuka yang memimpin partai pro-permukiman, tidak lama setelah pemilu AS berakhir, menyatakan, era solusi dua negara sudah berakhir,” kata Kerry.

Selama kampanye pencalonan dirinya kembali sebagai perdana menteri pada 2015, Netanyahu bersumpah bahwa negara Palestina tidak akan pernah didirikan selama masa jabatannya. Presiden terpilih Donald Trump menjanjikan dukungan yang kuat bagi Israel segera setelah ia menjabat.

Kerry beragumentasi bahwa Israel yang lebih besar, tidak akan pernah merasakan perdamaian.

"Jumlah orang Yahudi dan orang Palestina yang tinggal antara Sungai Yordan dan Laut Tengah hampir sama. Mereka memiliki pilihan: hidup bersama dalam sebuah negara , atau terpisah dalam dua negara. Namun kenyataan mendasarnya adalah, jika memilih satu negara, Israel harus memilih menjadi negara Yahudi atau negara demokrat. Tidak bisa keduanya, dan Isarel tidak akan pernah benar-benar merasakan perdamaian," lanjutnya.

Kerry mengatakan, Amerika Serikat telah memberi dukungan bagi Israel yang lebih banyak daripada negara manapun, dan kedua negara harus tetap memegang teguh nilai-nilai demokratris yang dianutnya.

"Kita tidak akan bisa dengan sepatutnya membela dan melindungi Israel jika kita membiarkan solusi dua negara dihancurkan di hadapan kita," tandas Kerry.

Perdana Menteri Israel itu menanggapi pernyataan Kerry tersebut dan menyebut pandangannya itu bias. "Apa yang disampaikan dalam bagian terbesar pidatonya adalah mengecam Israel karena tidak adanya perdamaian, dan mengutuk kebijakan yang memungkinkan orang-orang Yahudi tinggal di tanah air mereka yang bersejarah, di ibukota abadi mereka, Yerusalem,” ujarnya.

Solusi dua negara membayangkan Yerusalem sebagai ibukota bagi Israel dan negara Palestina pada masa depan. Resolusi PBB mengecam pembangunan permukiman Israel di Yerusalem timur, yang akan menjadi ibukota Palestina.

Netanyahu mengatakan. Israel akan menyelesaikan perselisihan yang belum dituntaskan dengan Palestina melalui perundingan langsung. [ab/uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG