Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS: Kegiatan Pengintaian AS 'Berlebihan'


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry (Foto: dok).

Menlu AS John Kerry mengatakan bahwa kegiatan pengintaian Amerika “berlebihan” dalam beberapa kasus, dan berjanji itu tidak akan terjadi lagi, Kamis (1/11).

Menlu AS John Kerry, di Washington, melalui videolink ke sebuah pertemuan di London, Kamis (1/11) mengatakan bahwa kegiatan pengintaian Amerika “berlebihan” dalam beberapa kasus, dan berjanji itu tidak akan terjadi lagi.

Laporan-laporan media baru-baru ini yang mengatakan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) memantau percakapan telepon Kanselir Jerman Angela Merkel – dan sekutu-sekutu Amerika lainnya, telah menyulut kemarahan di luar Amerika dan di Washington. Laporan-laporan tersebut didasarkan pada dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden.

Komisi Intelijen Senat Amerika hari Kamis (1/11) menyetujui legislasi untuk memperketat kontrol atas apa yang dapat dilakukan badan-badan keamanan terhadap catatan komunikasi. Legislasi tersebut menetapkan catatan komunikasi dapat disimpan hanya selama lima tahun.

Kontroversi itu juga telah mencapai Asia. Indonesia hari Kamis memanggil duta besar Australia di Jakarta setelah muncul laporan-laporan yang mengindikasikan bahwa Australia telah memungkinkan program pengintaian rahasia Amerika beroperasi di kedutaannya di Indonesia, Thailand, Vietnam, China dan Timor Timur.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG