Tautan-tautan Akses

Menlu AS Imbau China Kurangi Ketegangan di Laut Cina Selatan


Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu China Wang Yi di Kantor Kementerian Luar Negeri China di Beijing (16/5).

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu China Wang Yi di Kantor Kementerian Luar Negeri China di Beijing (16/5).

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya berminat untuk melakukan dialog terkait masalah ini tetapi tidak akan mundur dalam membela kedaulatan dan integritas teritorial yang berkaitan dengan klaim mereka.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry Kerry mengimbau China untuk menghentikan tindakan-tindakan sepihak yang terus dilakukannya di Laut Cina Selatan, menurut kantor berita Associated Press.

Di tengah perdebatan lisan antara Washington dan Beijing terkait proyek reklamasi lahan yang sedang dilakukan oleh China di perairan yang disengketakan, John Kerry menghimbau para pejabat China untuk mengurangi ketegangan di Laut Cina Selatan.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya berminat untuk melakukan dialog terkait masalah ini tetapi tidak akan mundur dalam membela kedaulatan dan integritas teritorial yang berkaitan dengan klaim mereka.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang sedang berkunjung hari Sabtu (16/5) bahwa tekad Beijing untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial adalah tetap keras seperti batu dan "tak tergoyahkan."

Komentar itu disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Beijing setelah kedua Menlu mengadakan pembicaraan, membahas sejumlah topik termasuk perdagangan, program nuklir Korea Utara, dan memanasnya ketegangan di wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Klaim-klaim tersebut telah mengguncang wilayah pulau-pulau dan daerah karang di Laut Cina Selatan yang diperebutkan oleh China dan lima negara Asia lainnya. Amerika mengatakan tidak berpihak dalam klaim kedaulatan itu tetapi menegaskan mereka harus merundingkannya.

Secara khusus, China telah menggiatkan upaya reklamasi lahan di wilayah Kepulauan Spratley, daerah yang juga diklaim oleh Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

XS
SM
MD
LG