Tautan-tautan Akses

Menlu AS Hadiri Pertemuan ASEAN di Kamboja


Menlu Clinton (nomor enam dari kiri) dan Menlu RI Marty Natalegawa (nomor dua dari kanan) nampak diantara para Menlu yang menghadiri KTT Asia Timur ke-2 di Kamboja di sela-sela pertemuan ASEAN di Phnom Penh, Kamboja (12/7)

Menlu Clinton (nomor enam dari kiri) dan Menlu RI Marty Natalegawa (nomor dua dari kanan) nampak diantara para Menlu yang menghadiri KTT Asia Timur ke-2 di Kamboja di sela-sela pertemuan ASEAN di Phnom Penh, Kamboja (12/7)

Menlu Clinton dan Menlu Tiongkok Yang Jiechi mengadakan pembicaraan di antara pertemuan ke-45 ASEAN dan pertemuan ke-2 para Menlu Asia Timur di Phnom Penh, Kamboja.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton berada di Kamboja untuk menghadiri pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hari Kamis (12/7) serta mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri dari kawasan itu.

Menlu Clinton berkesempatan mengadakan pembicaraan dengan Menlu Tiongkok Yang Jiechi, di saat Amerika Serikat terus memusatkan perhatian pada pembinaan hubungan ekonomi dan keamanan yang lebih erat dengan negara-negara tetangga Tiongkok.

Pekan ini, Clinton akan menjamu pertemuan dengan para pemimpin perusahaan Amerika di Kamboja untuk membicarakan cara-cara meningkatkan ekspor Amerika ke kawasan itu. Diperkirakan Menlu AS akan memperkenalkan sumber-daya baru yang sangat penting bagi negara-negara sepanjang Sungai Mekong.

Usai pertemuan di Kamboja, Menlu Clinton dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Burma Thein Sein pekan ini. Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada VOA pembicaraan itu akan diadakan hari Jumat (13/7) di sela-sela konferensi di Kamboja. Clinton bertemu dengan presiden Burma bulan Desember dalam kunjungan bersejarah ke Burma.

Amerika Serikat telah mengakhiri sanksi hari Rabu (11/7), dan mengizinkan perusahaan-perusahaan Amerika menanam modal di Burma untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.

Gedung Putih mengatakan langkah itu, yang pertama kali diumumkan bulan Mei, diadakan sebagai tanggapan atas reformasi ekonomi dan politik yang penting oleh pemerintah yang semi sipil di Burma.
XS
SM
MD
LG