Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS Frustasi dengan Kebijakan Negaranya di Suriah


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, di Washington D.C., 28 September 2016. (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, di Washington D.C., 28 September 2016. (Foto: dok).

The New York Times mengatakan rekaman itu dibuat bulan lalu di New York dalam sebuah pertemuan tertutup dengan sekelompok warga sipil Suriah. Surat kabar itu mengunggah penggalan rekaman itu di situs internetnya, Jumat (30/9).

Sebuah surat kabar terkemuka AS memperoleh rekaman audio mengenai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry yang mengungkapkan kefrustasiannya atas kebijakan Amerika Serikat di Suriah.

The New York Times mengatakan rekaman itu dibuat bulan lalu di New York dalam sebuah pertemuan tertutup dengan sekelompok warga sipil Suriah. Surat kabar itu mengunggah penggalan rekaman itu di situs internetnya, Jumat (30/9), bersama sebuah artikel mengenai pertemuan itu.

Kerry terdengar mengeluhkan bahwa usaha diplomatiknya di Suriah tidak didukung ancaman akan adanya tindakan militer dari pemerintah Amerika Serikat. Rekaman audio itu sendiri dibuat seorang peserta yang bukan warga Suriah pada pertemuan yang berlangsung di kantor Misi Belanda untuk PBB, 22 September lalu, itu. Keotentikan rekaman audio itu belakangan dikukuhkan beberapa partisipan.

Selain warga sipil Suriah, pertemuan itu juga dihadiri perwakilan empat organisasi Suriah yang menyediakan pendidikan, usaha penyelamatan, dan layanan medis di kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak, para diplomat dari tiga atau empat negara serta kepala staf dan utusan khusus Kerry untuk Suriah.

The Times mengatakan pertemuan itu menciutkan harapan warga Suriah yang menghadirinya. Seorang perempuan bertanya, berapa banyak warga Suriah harus terbunuh sebelum Amerika Serikat mengambil langkah untuk membantu mengalahkan pasukan pemerintah Suriah.

Masih menurut surat kabar itu, Kerry juga mengejutkan para hadirin ketika mengusulkan agar Suriah melangsungkan pemilu di mana warganya bisa memutuskan untuk menghentikan Presiden Bashar al-Assad dari jabatannya. [ab]

XS
SM
MD
LG