Tautan-tautan Akses

Menlu AS dan Rusia Bahas soal Ukraina di Paris

  • Scott Stearns

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov melakukan pertemuan di kediaman Dubes Rusia di Paris, Minggu (30/3).

Menlu AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergei Lavrov melakukan pertemuan di kediaman Dubes Rusia di Paris, Minggu (30/3).

Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov sedang membahas solusi bagi Ukraina dalam pertemuan di Paris, Minggu (30/3).

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengadakan pertemuan di Paris guna membahas solusi bagi Ukraina, hari Minggu malam (30/3). Sebelumnya, Presiden Amerika, Barack Obama telah mengimbau Presiden Rusia Vladimir Putin agar menarik pasukan Rusia dari perbatasan Rusia dengan Ukraina.

Kerry dan Lavrov bertemu di kediaman duta besar Rusia di Paris, dan sebagai tindak lanjut dari pembicaraan telepon Jumat petang antara Presiden Putin dan Presiden Obama tentang perlunya penyelesaian politis di Ukraina.

Menurut Gedung Putih, Obama mengatakan kepada Putin Rusia mesti menarik mundur pasukannya dan tidak bergerak masuk semakin jauh ke dalam wilayah Ukraina. Sedang menurut Kremlin, Putin mengusulkan beberapa langkah yang dapat diambil masyarakat internasional guna membantu menstabilkan keadaan di Ukraina.

Bekerjasama dengan pemerintah baru sementara di Kyiv, Amerika mendesak Rusia agar membuka pembicaraan dengan Ukraina untuk meredakan ketegangan dan mengizinkan pemantau internasional masuk ke Krimea untuk memastikan keselamatan warga Ukraina di sana.

Menyusul runtuhnya pemerintah Ukraina yang pro Rusia, di Krimea diadakan referandum yang didukung Moskow, dengan hasil penduduk Krimea memilih melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Namun sebagian besar masyarakat internansional tidak mengakui hasil referandum itu dan banyak negara Barat kemudian mengenakan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Sekarang kemajuan yang tampak dalam meredakan ketegangan paling serious dalam hubungan Amerika-Rusia sejak akhir perang dingin ialah berpegang pada penegasan Moskow bahwa pihaknya tidak akan bertindak lebih dari menganeksasi Krimea. Dalam keterangan di televisi Rusia hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Lavrov berkata :

Lavrov menandaskan Rusia sama sekali tidak punya maksud atau kepentingan menerobos perbatasan masuk ke Ukraina. Moskow hanya mau usaha menyelesaikan krisis yang timbul bersifat multilateral untuk menghentikan yang disebutnya ‘huru-hara yang ingin ditutup-tutupi Barat’.

Lavrov dan Kerry memasuki pembicaraan hari Minggu dengan apa yang disebut profesor American University, Keith Darden selaku perbedaan pandangan yang sangat bertolak-belakang tentang Ukraina, dengan Moskow memandangnya sebagai pemberontakan yang kacau dan didukung Amerika dan mengancam kepentingan Moskow, sementara Washington memandangnya sebagai ‘semacam langkah kucar-kacir ke arah pemerintahan yang lebih representatif.

“Jadi bagi Amerika Maidan itu mobilisasi demokratik. Bagi Rusia itu pergantian pemerintahan yang diprakarsai Barat. Saya pikir perbedaan pandangan ini akan terus ada. Inilah perbedaan pokok dalam cara kedua negara memandang dunia. Dan ini tidak akan lenyap dalam waktu dekat,” papar Darden.

Amerika bersama negara-negara Eropa sekutunya mengancam akan mengenakan sanksi ekonomi lebih keras terhadap ekonomi Rusia jika pasukan Rusia masuk semakin jauh ke dalam wilayah Ukraina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG