Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS dan Rusia akan Bertemu untuk Bahas Krisis Ukraina


Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pertemuan di London (14/3). (AP/Brendan Smialowski)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kiri) dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pertemuan di London (14/3). (AP/Brendan Smialowski)

Babak baru diplomasi itu dianggap sebagai upaya untuk meredakan krisis Ukraina, yang dalam telah menjadi perselisihan paling serius antara Rusia dan AS sejak Perang Dingin.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akan bertemu di Paris, Minggu (30/3), untuk mengupayakan solusi diplomatik bagi krisis Ukraina, yang akan membatalkan penggelaran pasukan militer di sekitar Ukraina.

Para pejabat yang mengukuhkan tentang pembicaraan di Paris itu tidak memberi rincian lebih lanjut. Koresponden VOA Scott Stearns, yang menyertai perjalanan Kerry, melaporkan dari Irlandia bahwa pembicaraan tersebut diperkirakan berlangsung Minggu malam.

Diskusi panjang melalui telepon antara Presiden Barack Obama dan pemimpin Kremlin Vladimir Putin memicu putaran pembicaraan baru.

Babak baru diplomasi itu dianggap sebagai upaya untuk meredakan krisis Ukraina, yang dalam beberapa pekan saja telah menjadi perselisihan paling serius antara Rusia dan Amerika sejak Perang Dingin.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah mendesakkan solusi diplomatik bagi sengketa Ukraina, di antaranya mengenai pencaplokan kontroversial oleh Rusia terhadap semenanjung Krimea yang strategis itu.

Dalam beberapa hari ini, konsentrasi pasukan, tank-tank dan pesawat-pesawat tempur Rusia di dekat perbatasan Ukraina telah meluas hingga cukup jauh, tetapi Menteri Luar Negeri Lavrov, mengatakan kepada televisi pemerintah hari Sabtu bahwa negaranya tidak bermaksud mengirim pasukan tersebut ke Ukraina.

Kerry sedang dalam perjalanan kembali ke Washington dari Arab Saudi, di mana Presiden Obama bertemu Raja Saudi Abdullah, Jumat, sewaktu ia mendengar pernyataan Lavrov. Pesawat Kerry mengubah tujuan penerbangan setelah singgah untuk mengisi bahan bakar di Shannon, Irlandia, dan menuju Paris.

Janji Lavrov bahwa Rusia sama sekali tidak akan melakukan gerakan militer memasuki Ukraina tidak disusul oleh pernyataan resmi terkait pandangan Presiden Putin mengenai hal tersebut. Pemimpin Kremlin itu memprakarsai komunikasi teleponnya dengan Presiden Obama Jumat, tetapi sebagian pengamat menyatakan tidak jelas apakah Putin secara eksplisit akan mengukuhkan pernyataan menteri luar negerinya. Mereka mengemukakan kemungkinan bahwa Moskow mungkin bereaksi atas semakin berkembangnya pengucilan terhadap Rusia terkait masalah Ukraina.

Tetangga-tetangga terdekat Ukraina, termasuk bekas republik-republik Soviet yang memisahkan diri dari Moskow lebih 20 tahun silam, dan bekas sekutu-sekutu Kremlin di Eropa Timur mengecam keras tekanan Rusia terhadap Ukraina, dan pandangan mereka tercermin di seluruh Eropa Barat. Majelis Umum PBB juga dengan suara berlimpah menyatakan menentang aneksasi Rusia atas Krimea awal bulan ini.
XS
SM
MD
LG