Tautan-tautan Akses

Menlu AS Berangkat ke Jenewa Hari Ini untuk Membicarakan Suriah


Menlu AS John Kerry berbicara kepada wartawan. New York, AS.

Menlu AS John Kerry berbicara kepada wartawan. New York, AS.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Menlu John Kerry akan membicarakan usaha pengehentian pertempuran di Suriah. Juru bicara Deplu AS menyatakan prioritas utama adalah pengakhiran kekerasan di Aleppo dan gencatan senjata yang bertahan lama di seluruh Suriah.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry akan pergi ke Jenewa hari ini untuk membicarakan keadaaan Suriah. Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan dalam keterangannya hari Sabtu bahwa Kerry akan membicarakan usaha yang sedang berjalan untuk menegaskan kembali penghentian pertempuran di seluruh Suriah.

Kerry menelpon utusan PBB untuk Suriah dan koordinator perundingan Suriah sebagai persiapan untuk perlawatan itu. Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika John Kirby mengatakan menteri luar negeri Amerika itu menegaskan bahwa pengakhiran kekerasan di Aleppo dan pemulihan pada akhirnya gencatan senjata yang tahan lama di seluruh Suriah adalah prioritas utama. Kerry mengutarakan keprihatinannya akan pasukan Assad meneruskan peningkatan pertempuran.

“Menteri mengutarakan keprihatinannya yang mendalam akan keadaan yang memburuk di Aleppo, dimana rejim Assad terus memperuncing konflik dengan menjadikan sasaran kaum sipil yang tidak bersalah dan pihak-pihak dalam gencatan senjata – bukan Nusra, sebagaimana diklaim rejim itu,” kata Kirby.

“Serangan demikian adalah pelanggaran langsung gencatan senjata dan harus segera dihentikan.”

Kira-kira 30 serangan udara oleh pesawat dan helikopter tempur pemerintah Suriah dilakukan terhadap daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di kota Aleppo, Suriah utara, hari Sabtu yang menewaskan paling sedikit 5 orang.

Menurut Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris, hampir 250 orang sipil telah tewas dalam serangan artileri, tembakan roket dan serangan udara di kota yang diperebutkan itu sejak tanggal 22 April. Di antara yang tewas adalah paling sedikit 50 orang dalam rumah sakit yang terkena serangan udara itu. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG