Tautan-tautan Akses

AS

Menlu AS Bahas Koalisi Anti-ISIS di Mesir


Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersama Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dalam konferensi pers gabungan di Kairo (13/9).

Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersama Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dalam konferensi pers gabungan di Kairo (13/9).

John Kerry menyebut ISIS sebagai “organisasi dengan tindakan brutal dan keji yang tidak mengenal batasan apapun.”

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan “tinggal menunggu waktu saja” sebelum ancaman teror di sebuah lokasi menjadi ancaman teror di mana-mana.

Ia berbicara di Kairo seusai bertemu Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukri. Kerry sedang dalam lawatan terbaru ke kawasan itu untuk menggalang koalisi internasional melawan militan Negara Islam (ISIS) yang beroperasi di Irak dan Suriah.

Kerry pada Sabtu (13/9) mengatakan kelompok jihad itu mengklaim berjuang atas nama Islam, tetapi kegiatan mereka tidak ada kaitannya dengan Islam. Ia mengatakan “ideologi kebencian kelompok itu ditentang” oleh mayoritas umat Muslim di seluruh dunia.

Mesir adalah lokasi Universitas al-Azhar, salah satu pusat pendidikan Muslim Sunni tertua dan paling dihormati. Karenanya, kata Kerry, Mesir berperan penting dalam mengecam ideologi Muslim ekstrem. Ia menyebut ISIS sebagai “organisasi dengan tindakan brutal dan keji yang tidak mengenal batasan apa pun.”

Tampil bersama Kerry dalam jumpa pers itu, Menteri Luar Negeri Mesir Shoukri ikut menyuarakan himbauan Amerika untuk aksi global dalam menghadapi ancaman militan Islam.

Shoukri mengatakan pemerintah Mesir melihat kaitan antara ISIS dengan kelompok-kelompok teror lain dan yakin mereka berbahaya bagi seluruh dunia.

Sebelumnya hari Jumat di Turki, Kerry mengatakan sekitar 40 negara telah

menawarkan dukungan dalam berbagai level bagi koalisi anti-ISIS itu. Libanon – tetangga Suriah – termasuk dalam 10 negara Arab yang minggu ini sepakat membantu ofensif militer Amerika melawan militan ISIS.

XS
SM
MD
LG