Tautan-tautan Akses

Menlu AS Hadiri Rapat Sahabat Suriah di Doha


Pejabat sementara Menteri Perdagangan dan Bisnis Qatar, Khalid al-Attiyah (kiri) dan PM merangkap Menteri Qatar Hamad bin Jassim mendengarkan sambutan Menlu AS John Kerry dalam pertemuan "Sahabat Suriah" di Doha (22/6).

Pejabat sementara Menteri Perdagangan dan Bisnis Qatar, Khalid al-Attiyah (kiri) dan PM merangkap Menteri Qatar Hamad bin Jassim mendengarkan sambutan Menlu AS John Kerry dalam pertemuan "Sahabat Suriah" di Doha (22/6).

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menghadiri pertemuan para menteri luar negeri yang mendukung pemberontak Suriah di Doha, Sabtu (22/6).

Pertemuan hari Sabtu di Qatar merupakan putaran pertama dari apa yang disebut kelompok "Sahabat Suriah" sejak Amerika mengumumkan rencana mempersenjatai pasukan pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sebelum meninggalkan Washington, Kerry mengatakan para diplomat masih mendorong upaya solusi negosiasi dalam konflik yang kini disalahkan telah mengakibatkan puluhan ribu orang tewas.

Amerika dan Inggris mendorong pembicaraan langsung di Jenewa antara pemerintah Suriah dan lawan-lawannya. Ini merupakan rencana yang didukung oleh Uni Eropa dan banyak negara Arab, termasuk Mesir.

Selain itu, kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry di Doha, Qatar juga diperkirakan terkait dengan upaya untuk pembicaraan dengan Taliban, yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Namun Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Kerry tidak berencana untuk bertemu dengan perwakilan Taliban dalam kunjungan tersebut. Kerry akan menghadiri pertemuan terkait isu Suriah Sabtu malam.

Perundingan Doha telah dibuka hari Kamis, dengan diskusi yang melibatkan delegasi Taliban dan pejabat-pejabat tinggi Amerika. Namun Presiden Afghanistan Hamid Karzai, tampaknya kesal dengan pembukaan kantor politik Taliban di kota itu, ia keberatan dan mengatakan pemerintahnya tidak akan mendukung perundingan tersebut.

Keberatan Karzai dipusatkan pada cara Taliban membuka kantor di Doha beberapa hari lalu. Mereka memasang tanda yang mengidentifikasi kantor itu sebagai "Kantor Emirat Islam Afghanistan," dan mengibarkan bendera Emirat Islam.

Para pejabat mengatakan tanda Taliban itu telah diganti dengan sebuah tanda yang mengidentifikasi kantor itu sesuai kesepakatan sebelumnya yakni "Kantor Politik Taliban Afghanistan." Juru bicara Deplu Amerika Jen Psaki hari Kamis menyebut langkah tersebut "positif."
XS
SM
MD
LG