Tautan-tautan Akses

Menkes Tanggapi Kasus di Taiwan: Indonesia Bukan Daerah Endemis Zika

  • Yudha Satriawan

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Farid Moeloek saat mengunjungi pos kesehatan arus mudik Lebaran di terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, 22 Juni 2016. (Foto: VOA/ Yudha)

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Farid Moeloek saat mengunjungi pos kesehatan arus mudik Lebaran di terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, 22 Juni 2016. (Foto: VOA/ Yudha)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Pemda Blitar, Jawa Timur, melakukan pengecekan langsung ke daerah asal warganya tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif, Blitar bebas dari virus Zika.

Kementerian Kesehatan sudah mendapat hasil pemeriksaan di Blitar, Jawa Timur, daerah asal WNI yang positif terjangkit virus Zika saat berkunjung ke Taiwan.

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Farid Moeloek, saat ditemui dalam pengecekan pos kesehatan arus mudik Lebaran di terminal Tirtonadi Solo, Rabu siang (22/6), mengatakan hasil pemeriksaan di daerah tersebut ternyata negatif. Menurut Nila, Indonesia bukan daerah endemis virus Zika.

“Kita tidak endemis ya, kita juga tidak pandemis, per kasuistik memang ada, satu-satu, tetapi bukan endemis, Indonesia bukan daerah yang endemis virus Zika. Artinya kan memang nyamuknya kan sama dengan nyamuk demam berdarah. Kemungkinan virus Zika memang ada, tetapi yang kita periksa di daerah asalnya itu hasilnya negatif ya waktu itu," kata Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Farid Moeloek.

Seorang Warga Negara Indonesia atau WNI asal Blitar teridentifikasi terjangkit virus Zika saat tiba di Taiwan awal bulan Juni ini. Otoritas pemerintah setempat di Bandara Kaohsiung Taiwan mendeteksi WNI tersebut mengalami demam tinggi, mata merah, dan konjungtivitis.

Petugas karantina di Taiwan lalu mengambil serum pasien dan mendapatkan hasil positif Zika. WNI pasien Zika ini dirawat di ruang isolasi di Kaohsiung Municipal CiJin Hospital, dengan kondisi baik sampai 12 Juni 2016 dan kemudian pulang ke Indonesia untuk beristirahat.

Kasus Zika WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal atau ABK pencari ikan tersebut, adalah kasus pertama Zika dari Indonesia dan merupakan kasus ketiga virus Zika yang dibawa oleh warga asing di Taiwan. Center for Disease Control Republic of China (ROC) Taiwan sendiri telah memberitahu Kementerian Luar Negeri Taiwan, Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan Pemerintah Indonesia untuk kasus ini.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Pemda Blitar, Jawa Timur, melakukan pengecekan langsung ke daerah asal warganya tersebut dan hasilnya dinyatakan negatif, Blitar bebas dari virus Zika.

Australia telah mengeluarkan travel warning yang mendesak warganya untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk saat bepergian ke Indonesia, terkait kekhawatiran virus Zika yang positif menjangkiti WNI asal Blitar Jawa Timur tersebut.

Dalam imbauan kesehatan terbaru, pemerintah Australia mengatakan Indonesia sedang mengalami transmisi sporadis virus Zika yang dibawa oleh nyamuk. [ys/uh]

XS
SM
MD
LG