Tautan-tautan Akses

Menko Maritim Luncurkan Kapal Perang di Surabaya


Menko Maritim dan SDM Rizal Ramli (tiga dari kanan) bersama Menhan RI Ryamizard Ryacudu (dua dari kanan) dan Menhan Filipina Voltare Gazmin (tiga dari kiri) menekan tombol peluncuran dua kapal perang.  (Courtesy : Menko Maritim & SDM/Efrimal Bahri) 

Menko Maritim dan SDM Rizal Ramli (tiga dari kanan) bersama Menhan RI Ryamizard Ryacudu (dua dari kanan) dan Menhan Filipina Voltare Gazmin (tiga dari kiri) menekan tombol peluncuran dua kapal perang.  (Courtesy : Menko Maritim & SDM/Efrimal Bahri) 

Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Filipina Voltare Gazmin hari Senin (18/1) meluncurkan dua kapal perang buatan PT. PAL di Surabaya.

Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bersama Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Filipina Voltare Gazmin hari Senin (18/1) meluncurkan dua kapal perang buatan PT. PAL di Surabaya. Kedua kapal itu adalah kapal “Perusak Kawal Rudal” PKR pesanan Kementerian Pertahanan Indonesia dan kapal “Strategic Sealift Vessel” SSV pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima VOA, Rizal Ramli mengatakan peluncuran ini merupakan momentum kebangkitan industri maritim Indonesia. “Orang Indonesia skill-nya sangat bagus sekali, juga kemampuan membangun, kemampuan dalam technical skill. Tapi kita perlu kerjasama teknologi dan manajemen,” ujar Rizal Ramli.

Kapal “Perusak Kawal Rudal” PKR adalah kapal perang canggih jenis “frigate” yang dibuat PT. PAL Indonesia bekerjasama dengan DSNS Belanda, melalui alih teknologi. Kapal PKR memiliki panjang 105,11 meter dengan lebar 14,2 meter. Kapal ini bisa berlayar dengan kecepatan 28 knot, dan bahkan bisa hingga 5.000 nm pada 14 knot dengan ketahanan berlayar hingga 20 hari.

Pembangunan kapal perang PKR menggunakan pendekatan modular, dimana enam modul dibangun di galangan PT. PAL Indonesia dan dua modul lainnya dibangun di galangan Damen, Vlissingen-Belanda, yg kemudian diintegrasikan di PT. PAL Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar, lebih hemat biaya dan memungkinkan untuk membangun kapal di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pesanan Kementrian Pertahanan RI (Foto: Menko Maritim & SDM/Efrimal Bahri)

Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pesanan Kementrian Pertahanan RI (Foto: Menko Maritim & SDM/Efrimal Bahri)

Sementara kapal SSV adalah hasil karya mandiri PT. PAL Indonesia yang nantinya akan menjadi kapal perang pertama yang diekspor Indonesia. Kapal ini merupakan pengembangan teknologi dari kapal pengangkut jenis “Landing Platform Dock” LPD yang dirancang dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter. Kapal SSV memiliki kecepatan maksimal 16 knot dan ketahanan berlayar 30 hari. Khusus untuk pembuatan kapal SSV, PT. PAL Indonesia bekerjasama dengan galangan kapal DSME Korea, yang sebelumnya telah memenangkan tender pembuatan SSV. Dengan keberhasilan peluncuran kedua kapal ini, PT. PAL Indonesia semakin membuktikan kemampuannya merancang dan memproduksi kapal perang yang berkualitas. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG