Tautan-tautan Akses

Menko Ekonomi Tak Ingin Rupiah Terlalu Lemah


Menko bidang Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), didampingi Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel (kiri) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan masalah harga beras di Istana Negara (4/3). (VOA/Iris Gera)

Menko bidang Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), didampingi Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel (kiri) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan masalah harga beras di Istana Negara (4/3). (VOA/Iris Gera)

Pemerintah akan memperbaiki dari sisi fiskal dengan mempercepat belanja anggaran, menurut Sofyan, sementara Bank Indonesia akan menangani dari segi moneter.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan, ia tidak ingin rupiah diperdagangkan terlalu lemah terhadap dolar setelah nilainya merosot ke titik terendah selama 17 tahun terakhir, Kamis (4/6).

"Kami tidak ingin rupiah terlalu lemah," ujar Sofyan, namun ia menambahkan bahwa meski nilai tukarnya berfluktuasi, rupiah masih aman.

Pemerintah akan memperbaiki dari sisi fiskal dengan mempercepat belanja anggaran, menurut Sofyan, sementara Bank Indonesia akan menangani dari segi moneter.

Rupiah ditutup pada Rp 13.279, Kamis, atau nilai terlemah sejak Agustus 1998, di tengah terjadinya krisis moneter Asia. Rupiah telah melemah lebih dari 6 persen tahun ini, menjadikannya mata uang berkinerja terlemah di antara pasar-pasar baru Asia.

XS
SM
MD
LG