Tautan-tautan Akses

Menteri Keuangan Yunani: Saya akan Mengundurkan Diri, Kalau Yunani Setujui 'Bailout'


Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis (kiri) dan Euclid Tsakalotos, juru bicara bidang ekonomi dalam jajaran pemerintahan Yunani menghadiri pertemuan para menteri keuangan negara-negara Eropa di Brussels, Belgia, 24 Juni 2015 (Foto: dok).

Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis (kiri) dan Euclid Tsakalotos, juru bicara bidang ekonomi dalam jajaran pemerintahan Yunani menghadiri pertemuan para menteri keuangan negara-negara Eropa di Brussels, Belgia, 24 Juni 2015 (Foto: dok).

Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis mengatakan akan mengundurkan diri jika para pemilih Yunani menyetujui referendum terkait bailout yang diminta oleh kreditur negara-negara Eropa pada hari Minggu (5/7).

Dalam wawancara televisi hari Kamis (2/7) Varoufakis mengatakan bahwa jika Yunani menerima usulan bailout kreditur Uni Eropa, pada hari Minggu, ia "tidak akan" menjadi menteri keuangan pada hari berikutnya.

Varoufakis mengatakan dia mengharapkan Yunani menolak proposal bailout, yang mengharuskan kenaikan pajak dan pengurangan pengeluaran bila menginginkan bantuan tambahan. Ia mengatakan lebih suka "memotong lengannya sendiri" daripada menandatangani kontrak baru yang tidak merestrukturisasi utang Yunani.

Pada hari Rabu (1/7), Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan ia berpegang teguh dengan rencana referendum hari Minggu, tetapi menyatakan kesediaannya untuk menerima syarat seperti yang telah ditolak oleh pemerintahnya sebelumnya.​

Sebagai tanggapan, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan tidak akan ada negosiasi lagi hingga keluarnya hasil referendum hari Minggu.

Yunani tidak menerima bantuan lanjutan dari negara-negara Eropa, setelah gagal memenuhi batas waktu Selasa tengah malam untuk membayar 1,8 milyar dolar pada Dana Moneter Internasional. Hal ini menandai pertama kalinya sebuah negara maju gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran pinjaman IMF.

Strategi

Beberapa analis mengatakan pada hari Rabu bahwa kesediaan perdana menteri untuk melakukan pembayaran 1,8 milyar dolar kepada IMF, sambil meminta referendum, merupakan bagian dari strategi yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat dalam pembicaraan mendatang terkait pendanaan dari negara-negara Eropa senilai 32,4 milyar dolar.

Perdana menteri Yunani, yang berbicara di televisi nasional, Rabu (1/7) tampaknya mengkonfirmasi strategi itu, mengatakan utusan Yunani akan kembali ke meja perundingan setelah pemungutan suara hari Minggu mencari "keadaan yang lebih baik bagi warga Yunani."​

Yunani telah menumpuk utang besar selama lima tahun terakhir. Sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman baru, pemberi pinjaman menuntut pemerintah setempat menerapkan reformasi ekonomi yang lebih keras. Namun sampai saat ini, pemerintah telah menolak keras tuntutan tersebut.

Yunani mengatakan warganya sudah cukup menderita dengan pemotongan belanja dan kenaikan pajak yang telah menurunkan standar hidup mereka.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG