Tautan-tautan Akses

Menkeu Jepang Tidak Bersedia Mundur dari Jabatan


Menteri Keuangan Taro Aso tidak bersedia mundur dari jabatan atau meminta maaf atas ucapannya terkait Nazi (Foto: dok).

Menteri Keuangan Taro Aso tidak bersedia mundur dari jabatan atau meminta maaf atas ucapannya terkait Nazi (Foto: dok).

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso tidak bersedia meletakkan jabatan atau meminta maaf hari Jumat (2/8), atas ucapannya terkait Nazi.

Setelah protes dari negara-negara tetangga dan para aktivis hak azasi manusia, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso “menarik kembali” ucapannya hari Kamis (1/8), tetapi tidak lebih dari itu. “Saya tidak bermaksud meletakkan jabatan sebagai menteri dan anggota parlemen," kata Aso, yang merangkap sebagai wakil perdana menteri Jepang, kepada wartawan.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso tidak bersedia meletakkan jabatan atau meminta maaf hari Jumat atas ucapannya yang menyarankan agar Jepang mengikuti contoh Nazi mengenai cara mengubah undang-undang dasar negara itu dengan diam-diam dan tanpa perdebatan terbuka.

Pemerintah juga mengatakan pihaknya tidak mengusahakan peletakan jabatan Aso, yang telah dituntut oleh beberapa anggota oposisi.

Aso, yang terkenal dengan ucapan yang berlebihan, mendatangkan kemarahan karena mengatakan Jepang sebaiknya belajar dari cara partai Nazi dengan diam-diam mengubah undang-undang dasar Jerman sebelum Perang Dunia Kedua sebelum ada orang yang menyadarinya. Ia juga menyarankan agar para politisi Jepang ziarah ke tugu pahlawan perang Yasukuni dengan diam-diam untuk menghindari kontroversi.

Ziarah demikian sekarang ini diadakan dengan pemberitaan luas dan tidak disenangi oleh negara-negara Asia Tenggara, yang menderita di bawah pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia Kedua.

Aso mengatakan hari Kamis (1/8) bahwa ucapannya telah "disalah tafsirkan". Wakil PM Jepang tersebut hanya bermaksud untuk mengatakan bahwa perdebatan sengit terkait perlu-tidaknya Jepang mengubah undang-undang dasar pasca Perang Dunia kedua, dan masalah-maslah lainnya tidak akan membantu mengatasi persoalan yang dihadapi Jepang saat ini.

Dalam menarik kembali ucapannya, ia mengatakan “sangat disayangkan dan disesalkan” adanya penyalahtafsiran atas ucapannya tersebut.
XS
SM
MD
LG