Tautan-tautan Akses

Menkeu: Defisit Anggaran dalam Batas Normal

  • Iris Gera

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah harus mengelola defisit dengan baik agar tidak bertambah besar.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah harus mengelola defisit dengan baik agar tidak bertambah besar.

Hingga Juni 2012 defisit anggaran negara mencapai Rp 60 triliun, yang dianggap masih normal, namun harus dijaga agar tidak terus meningkat.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan dalam jumpa pers di Jakarta (3/7) bahwa defisit anggaran negara sampai Juni 2012 mencapai Rp 60 triliun akibat belanja negara yang tinggi dan pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS). Pemerintah mencatat bahwa belanja negara termasuk gaji PNS mencapai Rp 653,3 triliun sementara pendapatan negara sebesar Rp 593,3 triliun.

Agus menambahkan bahwa untuk pertama kalinya nilai defisit dapat diketahui pada pertengahan tahun sehingga bisa dikelola dengan baik. Biasanya defisit anggaran baru dapat diketahui akhir tahun karena lambatnya realisasi proses belanja di kementerian atau lembaga negara lainnya.

“Ini untuk pertama kalinya kita bisa mencatat posisi defisit, biasanya kalau sampai dengan Juni masih surplus, itu menunjukan bahwa kondisi penyerapan anggaran kita cukup baik. Jadi ini kita harapkan menjadi stimulus karena defisitnya kurang lebih sudah ada Rp 60 triliun,” ujarnya.

Pengamat ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Pande Radja Silalahi, surplus dan defisit dalam anggaran negara merupakan hal biasa, namun harus ada alokasi untuk program-program rakyat agar dapat dirasakan langsung manfaatnya.

“Para ekonom sudah menyuarakan hal itu cukup lama. Pemerintah, misalnya, dapat memperbesar pengeluaran untuk infrastruktur ekonomi yang memungkinkan kualitas hidup orang berpendapatan rendah jangan merosot,” ujar Pande.

Menyuarakan hal senada, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sri Adiningsih, mengatakan anggaran negara harus dimanfaatkan secara maksimal melalui upaya perbaikan-perbaikan dalam penggunaannya agar kualitas anggaran negara tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ekonomi Indonesia selama ini membaik dan itu merefleksikan kondisi yang terjadi selama ini. Tapi tidak berarti otomatis semuanya akan membaik,” ujar Sri.

Ia menambahkan masih ada masalah ketidaksediaan dan buruknya infrastruktur serta masalah korupsi yang membuat daya saing Indonesia rendah.

Hingga akhir tahun, defisit anggaran negara diperkirakan mencapai Rp 126 triliun, yang menurut para ekonom harus diatasi untuk menekan bertambahnya utang luar negeri. Defisit anggaran selalu ditutup dengan dana yang didapat dari utang luar negeri yang hingga kini mencapai Rp 1.944 triliun. Tahun ini pemerintah akan berutang sebesar Rp 140,6 triliun, naik dibanding realisasi pemerintah dalam berutang tahun lalu sebesar Rp 127,5 triliun.
XS
SM
MD
LG