Tautan-tautan Akses

Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Melalui Teknologi

  • Nurhadi Sucahyo

Pembangkit listrik tenaga angin dan surya di Pantai Pandasimo, Yogyakarta, (6/2/2015). Pemerintah akan mendorong pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan nelayan.

Pembangkit listrik tenaga angin dan surya di Pantai Pandasimo, Yogyakarta, (6/2/2015). Pemerintah akan mendorong pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan nelayan.

Pemerintah akan mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satunya dengan membangun pembangkit listrik skala kecil di desa-desa pesisir.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo, berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) Pantai Pandansimo, Bantul Yogyakarta, hari Jumat (5/2). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dari dekat keberhasilan nelayan setempat memanfaatkan teknologi dalam sektor perikanan laut.

Di kawasan ini, atas bantuan Kementrian Riset, nelayan telah mampu menghasilkan listrik bertenaga angin dan matahari. Listrik tersebut, dimanfaatkan untuk memproduksi es, sebagai bahan pengawetan ikan dan juga menghidupkan sektor pariwisata. Indroyono mengaku kagum dengan inovasi tersebut, dan akan menerapkan konsep yang sama di 100 kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kalau sudah seperti ini, air bisa naik, maka akan ada budidaya. Air itu berputar, nanti ada es. Es nya bisa untuk storage (ikan) bisa untuk kuliner. Kalau itu berkembang terus, itu berarti science technopark-nya sukses. Di science technopark itu nanti harus lebih banyak yang masuk sini adalah entrepreneur, misalnya industri pengolahan ikan air tawar atau industri penyamakan kulit ikan nila untuk ekspo,” kata Menteri Indroyono.

Menteri Indroyono mendorong peran lebih besar dari kalangan peneliti dalam penerapan teknologi tepat guna semacam ini. Proyek listrik bertenaga surya dan angin di kawasan Pandansimo, Yogyakarta ini memang dirintis sepenuhnya oleh para ahli dari Kementrian Riset dan Teknologi dan dukungan penuh perguruan tinggi.

Asisten Deputi Iptek Masyarakat, Kementrian Ristek Dikti, Sadyatmo, mengatakan pengembangan sektor energi listrik di kawasan ini berawal dari permintaan masyarakat. Pada 2007, pihaknya mengadakan satu kegiatan lapangan dan bertemu dengan nelayan setempat yang mengeluhkan kondisi mereka. Setelah masa persiapan tiga tahun, pembangkit listrik itu mulai dirintis pada 2010. Konsep utamanya adalah membawa teknologi untuk meningkatkan pendapatan nelayan.

“Konsepnya adalah bagaimana pengembangkan ekonomi di desa, ada pergerakan budaya inovasi di masyarakat, sehingga bisa meningkat daya saingnya. Yang ditingkatkan adalah kemampuan sumber daya manusianya, produktivitasnya, ekonominya, tergantung daerahnya. Itu namanya pengembangan desa inovasi nelayan, bagaimana mengangkat harkat hidup nelayan melalui teknologi,” kata Sadyatmo.

Dalam empat tahun, program pengembangan energi terbarukan ini mampu memasang 31 unit turbin angin dengan kapasitas keseluruhan 41 kilowatt. Panel tenaga surya juga telah dipasang dengan kapasitas lebih dari 30 kiloWatt.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG