Tautan-tautan Akses

AS

Menhan AS Kemukakan Strategi untuk Rebut Mosul, Raqqa dari ISIS


Menteri Pertahanan Amerika, Ash Carter (foto: dok).

Menteri Pertahanan Amerika, Ash Carter (foto: dok).

Menhan Amerika Ash Carter hari Rabu (13/1) mengemukakan strategi untuk merebut kembali pusat kekuasaan ISIS: Mosul di Irak dan Raqqa di Suriah.

Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter mengemukakan strategi Amerika untuk merebut kembali kota Mosul di Irak dan Raqqa di Suriah - kota yang disebutnya sebagai dua pusat kekuatan ISIS.

Ash Carter berbicara kepada pasukan dari Divisi Airborne 101 di Fort Campbell, Kentucky yang akan segera dikerahkan ke Irak untuk membantu melatih pasukan Irak dan Kurdi mengalahkan militan.

"ISIS merupakan kanker yang mengancam akan menyebar luas. Dan seperti semua kanker, kita tidak dapat menyembuhkan penyakit hanya dengan membuang tumornya. Kita harus melenyapkannya di manapun kanker telah menyebar dan mencegahnya jangan sampai kembali."

Carter mengatakan ia ingin mengerahkan pasukan Irak dari selatan dan pejuang Peshmerga Kurdi dari utara untuk mengepung Mosul dan memutus hubungannya dengan dunia luar.

Pasukan Amerika juga akan membantu melatih pasukan pemberontak Suriah untuk mengusir ISIS dari Raqqa di Suriah - kota yang oleh militan disebut sebagai ibu kota mereka.

Ash Carter mengatakan pasukan operasi khusus Amerika yang telah dikerahkan ke Irak pada bulan Desember siap untuk melakukan tugas membantu Irak.

"Pasukan ekspedisi khusus yang saya umumkan bulan Desember sekarang telah berada di tempat dan sedang bersiap-siap untuk bekerja dengan Irak untuk mulai mengejar para pejuang dan komandan ISIS, membunuh atau menangkap mereka di mana pun mereka kita temukan, bersama dengan sasaran-sasaran penting lainnya."

Serangan udara Amerika awal pekan ini menghantam sebuah bangunan di Mosul yang menyimpan uang tunai ISIS, membuat uang bernilai jutaan dolar dana ilegal terbakar.

Carter mengumumkan Rabu bahwa ia akan pergi ke Paris pekan depan untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Perancis, Australia, Inggris, Belanda, Jerman dan Italia.

Ia mengatakan bahwa masing-masing negara itu memiliki "kepentingan signifikan" untuk menghancurkan ISIS dan mengatakan perjuangan itu harus menggunakan semua kemampuan yang dapat mereka kerahkan. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG