Tautan-tautan Akses

Menhan AS Temui Bakal Pemimpin Tertinggi Tiongkok


Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta (kiri) berjabat tangan dengan bakal pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping di Beijing (19/9).

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta (kiri) berjabat tangan dengan bakal pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping di Beijing (19/9).

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta telah bertemu dengan bakal pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Beijing, Rabu (19/9).

Xi Jinping terlihat sehat dan santai saat berjabatan tangan dengan Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta di Balai Agung Rakyat di Beijing. Pertemuan ini meriupakan pertemuan terbuka pertamanya dengan tamu asing yang berkunjung sejak ia menghilang secara misterius dari pandangan umum.

Pria berusia 59 tahun itu tidak terlihat di depan publik selama dua minggu sebelum muncul kembali hari Sabtu lalu. Ketidak-munculannya yang tidak dijelaskan selama dua minggu yang terjadi hanya beberapa minggu sebelum transisi politik tersebut, sempat menimbulkan spekulasi mengenai kondisi kesehatan Xi.

Hari Rabu, Xi yang penuh senyum dan bersemangat itu menyatakan harapannya atas kunjungan Panetta, yang dikatakannya akan membantu memajukan hubungan antar negara dan antar militer antara Washington dan Beijing.

Panetta, dalam kesempatan lawatannya selama seminggu di Asia tersebut mengatakan kepada Xi, Amerika menanti-nanti promosi hubungan keamanan dan memperbaiki dialog antara kedua negara.

Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta juga mengatakan kepada pasukan Tiongkok hari Rabu (19/9) bahwa peralihan strategi militer Washington ke Asia tidak dimaksudkan untuk mengekang Tiongkok.

Dalam pidato di akademi militer Tiongkok, Panetta, mengatakan peralihan Amerika ke Pasifik itu adalah upaya untuk “berdialog dengan Tiongkok dan memperluas perannya” di kawasan itu. Dia juga mengatakan perluasan sistem pertahanan misil Amerika ditujukan kepada Korea Utara, bukan Tiongkok.

Pimpinan Pentagon itu menggunakan tiga hari kunjungannya di Tiongkok untuk mempromosikan hubungan militer yang lebih dalam antara Washington dan Beijing, yang telah menjadi skeptis mengenai niat satu sama lain di Asia-Pasifik.
XS
SM
MD
LG