Tautan-tautan Akses

AS

Mengamati Persiapan Pelantikan Pemerintahan Baru AS


Ketua DPR Paul Ryan mengambil sumpah para anggota DPR saat dimulainya sidang Kongres AS ke-115 di Gedung Capitol, Washington DC, 3 Januari 2017. (AP Photo/J. Scott Applewhite)

Ketua DPR Paul Ryan mengambil sumpah para anggota DPR saat dimulainya sidang Kongres AS ke-115 di Gedung Capitol, Washington DC, 3 Januari 2017. (AP Photo/J. Scott Applewhite)

Presiden terpilih Donald Trump akan memasuki 100 hari pertama pemerintahannya dengan kesempatan emas yaitu Kongres yang dikuasai fraksi Republik.

Tetapi seperti dilaporkan wartawati VOA Katherine Gypson dari Capitol Hill atau Gedung Kongres Amerika, rencana kebijakan fraksi Republik yang ambisius mengenai asuransi kesehatan, reformasi pajak dan pengurangan anggaran belanja bukan hal yang pasti.

Momen persatuan setelah Ketua DPR Paul Ryan bertemu Presiden terpilih di Trump Tower awal Desember. "Kami sangat gembira untuk bertugas tahun 2017 ini guna mengembalikan negara ini kepada jalurnya," kata Paul Ryan.

Bagi presiden yang baru, keberhasilan akan ditentukan oleh beberapa langkah khusus.

"Yang diinginkan Donald Trump adalah pemotongan besar pajak, selain janjinya memperbesar anggaran pertahanan, ditambah sebanyak mungkin rencana yang bisa dilakukannya untuk infrastruktur dan bisa menyatakan kemenangan dengan hal-hal besar sebelum 100 hari pertamanya berakhir," kata Norm Ornstein pada American Enterprise Institute.

Bagi pemilih yang menempatkan pemerintahan bersatu itu di Washington, sukses akan berarti tindakan Kongres untuk imigrasi, ekonomi dan mengurangi program-program pemerintah.

Tindakan pertama Kongres bahkan sebelum Trump dilantik? Membatalkan asuransi kesehatan Presiden Obama.

Tetapi tipisnya mayoritas di Senat, akan membuat fraksi Republik berhati-hati agar tidak sepenuhnya membuang bagian-bagian asuransi kesehatan Obama yang populer supaya bisa tetap mempertahankan modal politik mereka untuk proyek-proyek lain.

"Akan ada cukup fraksi Demokrat di Senat untuk mengacaukan proses itu jika mereka mau. Tetapi, untuk apa?, " kata Pimpinan Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

Orang-orang yang dipilih Trump dalam kabinet akan menghadapi sidang pengukuhan Senat, di mana kedua pihak memperkirakan akan ada pertanyaan sulit mengenai calon-calon yang umumnya tidak berpengalaman dalam pemerintahan.

Sementara itu di DPR, fraksi Demokrat akan menentang rencana lama Paul Ryan untuk menghapus program-program sosial.

"Fraksi Demokrat di Kongres dan jutaan orang Amerika di seluruh negara ini akan dengan tegas mengatakan jangan utak-atik Medicare," kata Nancy Pelosi.

Pengurangan yang bisa berbenturan dengan janji Trump untuk melestarikan program-program itu, namun akan mendapat tentangan kuat dari partainya sendiri.

"Kita tahu, banyak hal yang dijanjikan Trump bukanlah hal yang terutama diinginkan fraksi Republik di Kongres. Pertanyaannya adalah seberapa banyak Trump, yang frustrasi karena Kongres tidak melakukan apa yang diinginkannya, akan bertindak sendiri dengan keputusan presiden," kata Norm Ornstein dari American Enterprise Institute.

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan apakah fraksi Republik tetap bersatu jauh setelah 100 hari pertama pemerintahan presiden Trump berlalu.(ka/al)

XS
SM
MD
LG