Tautan-tautan Akses

Mendiang Pemimpin Korut Diduga Perintahkan Produksi Senjata Nuklir Besar-besaran


Mendiang pemimpin Korut, Kim Jong Il memberikan tepuk tangan terhadap sebuah parade di Pyongyang (foto: dok).

Mendiang pemimpin Korut, Kim Jong Il memberikan tepuk tangan terhadap sebuah parade di Pyongyang (foto: dok).

Sejumlah kutipan dokumen mengungkap perintah mendiang Kim Jong-il untuk memproduksi besar-besaran senjata nuklir dengan uranium yang diperkaya.

Suratkabar The Mainichi Shimbun dan suratkabar Tokyo Shimbun mempublikasikan sejumlah kutipan dari dokumen yang mengungkap perintah mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il, untuk memproduksi besar-besaran senjata nuklir dengan bahan bakar uranium yang diperkaya.

Kedua suratkabar itu mengungkapkan instruksi itu terungkap dalam dokumen internal sepanjang 19 halaman yang kemungkinan dikompilasi bulan Februari lalu untuk para pejabat tinggi satu-satunya partai politik di Korea Utara.

Kim Jong-il meninggal Desember tahun lalu dan putera ketiganya, Kim Jong-un, kini memerintah negara yang mengucilkan diri dan miskin itu.

Di Seoul, jurubicara kementerian Unifikasi Kim Hyung-suk ditanya wartawan mengenai reaksi pemerintah Korea Selatan atas dokumen itu. Ia mengatakan, tidak pada tempatnya bagi pemerintah Korea Selatan untuk membahasnya karena tidak ada jalan untuk segera mengukuhkan keotentikan dokumen itu. Ia mengatakan, penting bagi pemerintah Korea Utara untuk mengukuhkan laporan itu atau mengatakan dokumen itu tidak benar.

Belum ada reaksi dari pemerintah Korea Utara atas laporan itu.

Profesor Ryoo Kihl-jae dari University of North Korean Studies di Seoul mengatakan, pada tahap ini, tidak mungkin memastikan keotentikan dokumen itu. Guru besar itu mengatakan, sekalipun dokumen itu diverifikasi, kenyataan itu tidak akan mengubah pendirian negara-negara lain terhadap Korea Utara, karena mereka sudah tahu Pyongyang secara terbuka – pada beberapa hal -- dan tertutup – pada hal-hal lainnya – menunjukkan keinginannya untuk memproduksi senjata nuklir.

Korea Utara telah lama mengklaim program pengayaan uraniumnya semata untuk memproduksi listrik. Namun suratkabar-suratkabar Jepang itu, dengan mengutip dokumen tersebut, melaporkan mendiang Kim Jong-il secara terang-terangan mengatakan kepada para pejabat untuk menggunakan instalasi pengolahan uranium untuk memproduksi besar-besaran bom nuklir.

Korea Utara telah mengakui menggunakan plutonium , bukan uranium, untuk membuat senjata nuklir. Negara itu telah melangsungkan peledakan bawah tanah pada tahun 2006 dan 2009, yang digambarkan Pyongyang sebagai uji nuklir yang berhasil. Ada spekulasi di kalangan para pengamat bahwa Korea Utara mungkin akan segera melakukan uji nuklir ketiga, yang kemungkinan bahan bakarnya uranium.
XS
SM
MD
LG