Tautan-tautan Akses

Menciutnya Ekonomi Eropa, AS akan Tarik Investor ke Asia

  • Ron Corben

Seperti halnya indeks-indeks saham di seluruh dunia, Indeks Hang Seng Hong Kong ikut turun pada hari Selasa (9/8).

Seperti halnya indeks-indeks saham di seluruh dunia, Indeks Hang Seng Hong Kong ikut turun pada hari Selasa (9/8).

Bank Pembangunan Asia mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika akan menarik lebih banyak investor ke perekonomian Asia yang kinerjanya lebih baik.

Meskipun pasar saham global bergejolak baru-baru ini, Bank Pembangunan Asia (ADB) tetap optimis dengan pertumbuhan ekonomi Asia. Dalam laporan tahunan mengenai pasar modal Asia, analis ADB memperkirakan pertumbuhan tujuh persen di Asia untuk 2011 dan 2012.

Iwan Azis, Kepala Kantor ADB urusan Integrasi Ekonomi Regional, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia yang konsisten akan digemari investor. Tetapi, ia mengatakan masuknya arus modal juga menimbulkan tantangan.

“Setelah tenang kembali, saya yakin sekali arus modal akan terus masuk ke wilayah Asia dan ini akan menimbulkan masalah bagi kawasan ini," ungkap Azis."Setelah resesi global tahun 2008 dan bank investasi Lehman Brothers ambruk, arus modal besar-besaran yang masuk ke kawasan ini menimbulkan kekacauan dan itu bisa terulang lagi ketika situasinya pulih,” tambahnya.

Masuknya arus modal akan mendorong menguatnya nilai mata uang Asia terhadap dolar Amerika, yang selanjutnya melemahkan industri yang bergantung pada ekspor ke Amerika dan Eropa. “Itu berarti ada masalah atau tantangan bagi ekonomi yang berorientasi ekspor di Asia, seperti misalnya Thailand," ungkap Azis." Mereka harus bekerja keras mengatasi masalah ini dari kedua sisi, baik dari sisi jumlah dan harga serta nilai tukar mata uang.”

Aziz mengatakan, hingga baru-baru ini, ekonom perbankan terutama khawatir dengan tekanan inflasi di Asia karena naiknya harga komoditas dan pangan. Tetapi, ia mengatakan saat ini kekhawatiran itu berubah karena permintaan global yang rendah meredakan tekanan harga terhadap komoditi seperti minyak.

Narongchai Akrasanee, mantan menteri perdagangan Thailand dan Direktur Dewan Bank Ekspor-Impor mengatakan sejak krisis ekonomi Asia tahun 1990-an, Asia tidak terlalu bergantung pada pasar Amerika dan Eropa dan lebih terkait dengan perekonomian Tiongkok dan India.

Pakar ekonomi ADB mengatakan bank sentral di kawasan Asia mungkin perlu meninjau kebijakan seperti kendali modal untuk mengelola dana baru yang masuk.

Dalam laporan yang dikeluarkan Selasa, dinyatakan bahwa pola pertumbuhan ekonomi lambat di negara maju akan berlanjut setelah tahun 2011. Meskipun perekonomian Jepang didorong oleh rekonstruksi akibat gempa bulan Maret lalu, lambannya pertumbuhan lapangan kerja di Amerika dan tantangan-tantangan fiskal di Eropa diperkirakan akan “membatasi pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu mendatang.”

XS
SM
MD
LG