Tautan-tautan Akses

AS

Memoar Baru Hillary Clinton Picu Spekulasi Pilpres 2016


Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendapat sambutan meriah dalam hari terakhirnya di kementerian 1 Februari 2013. (Foto: Dok)

Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendapat sambutan meriah dalam hari terakhirnya di kementerian 1 Februari 2013. (Foto: Dok)

Lingkaran dalam mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan ia belum memutuskan akan ikut dalam pemilihan presiden.

Hillary Clinton, yang sudah menjadi kandidat terdepan dalam benak banyak anggota Partai Demokrat untuk pemilihan presiden AS 2016, sedang menulis memoar mengenai urusan luar negeri dan waktunya sebagai menteri luar negeri yang sepertinya akan memicu spekulasi mengenai masa depan politiknya.

Prospek presidensial untuk Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton, merupakan subyek spekulasi panas di Washington dan beberapa negara lain saat Partai Demokrat mencari pengganti Presiden Barack Obama.

Buku tersebut, yang merupakan buku kelimanya, akan terbit tahun depan, dan sebuah tur untuk mempromosikan memoar tersebut pada 2014 hanya akan menimbulkan banyak dugaan mengenai rencananya pada 2016.

Orang-orang di lingkaran dalamnya bersikeras Clinton belum membuat keputusan apapun. Hal ini tidak menghalangi pembentukan komite aksi politik "Ready for Hillary (Siap untuk Hillary)" untuk mempromosikan potensi pencalonannya dan mencari tenaga sukarela serta sumbangan uang.

Termasuk dalam pembahasan buku Clinton adalah pembunuhan Osama bin Laden, penggulingan rezim Gadhafi di Libya, situasi di Irak dan Afghanistan, kebangkitan dunia Arab, diplomasi untuk Iran dan Korea Utara, serta hubungan-hubungan dengan sekutu-sekutu AS.

“Pelayanan publik luar biasa yang dilakukan Hillary Clinton memberikannya perspektif unik untuk sejarah baru-baru ini dan tantangan yang kita hadapi," ujar Jonathan Karp, presiden dan penerbit dari Simon & Schuster Publishing Group yang akan menyunting buku Clinton yang belum diberi judul itu.

Buku ini juga akan membahas tren-tren dalam ekonomi, energi dan perubahan iklim, demokrasi dan hak asasi manusia, peran penting perempuan dan anak gadis, teknologi dan inovasi, serta kesehatan dan pengembangan manusia, ujar Simon & Schuster baru-baru ini.

Ketika ia mundur dari Kementerian Luar Negeri pada 1 Februari, Clinton, 66, menderita penggumpalan darah dekat otaknya. Ia mengatakan perlu istirahat dan bekerja membantu perempuan dan anak-anak di Amerika Serikat dan dunia.

Ia sekarang bangkit kembali. Bulan lalu, ia mengumumkan bahwa ia sekarang mendukung hak perkawinan untuk kelompok gay. Ketika ia mencalonkan diri menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat pada 2008, ia mendukung ikatan sipil untuk pasangan gay.

Minggu lalu di Washington, ia berbicara mengenai hak-hak perempuan global pada sebuah acara yang diselenggarakan lembaga swadaya masyarakat Vital Voices, berbagi panggung dengan calon rival potensial pada 2016, Wakil Presiden Joe Biden.

Ia akan memberikan pidato pertama berbayarnya di Dallas pada 24 April, sehari sebelum menghadiri upacara yang menandai pembukaan perpustakaan presiden George W. Bush.

Jajak-jajak pendapat menunjukkan Clinton sebagai calon kuat pada tahap ini untuk nominasi presiden 2016 dari Partai Demokrat dan ia mengungguli kandidat-kandidat potensial dari Partai Republik, seperti Gubernur Florida Jeb Bush, Senator Florida Marco Rubio dan Gubernur New Jersey Chris Christie. (Reuters)
XS
SM
MD
LG