Tautan-tautan Akses

AS

Memo Baru Tunjukkan AS Perlunak Pokok Bahasan Terkait Benghazi


Juru bicara Jay Carney dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington (10/5).

Juru bicara Jay Carney dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington (10/5).

Gedung Putih menyatakan bocornya email-email korespondensi terkait serangan di Kedubes Benghazi, Jumat (10/5) merupakan upaya partai Republik untuk mempolitisasi penyelidikan tersebut.

Memo-memo yang baru bocor dari pemerintahan Obama mengenai tewasnya duta besar Amerika di Libya tahun lalu memperlihatkan bahwa memo tersebut telah diedit dengan menghilangkan referensi mengenai kemungkinan kaitannya dengan al-Qaida.

Berbagai media memberitakan bahwa korespondensi email antara Departemen Luar Negeri, Gedung Putih dan badan-badan intelijen dibuat dengan berbagai versi dan banyak diedit untuk menyusun berbagai memo yang akan menjelaskan tentang serangan itu.

Dalam salah satu komunikasi email, jurubicara Departemen Luar Negeri ketika itu, Victoria Nuland, berkeberatan untuk menyebutkan kelompok-kelompok tertentu yang mungkin berada di belakang serangan tersebut. Ia mengatakan informasi itu dapat disalahgunakan oleh para anggota Kongres yang mengritik Departemen Luar Negeri karena tidak memberi perhatian akan peringatan-peringatan mengenai kelompok-kelompok itu.

Gedung Putih menyatakan bocornya email-email itu pada hari Jumat merupakan upaya kalangan partai Republik untuk mempolitisasi penyelidikan mengenai serangan di Benghazi, Libya. Menurut jurubicara Jay Carney, para legislator telah mengetahui tentang email-email tersebut sejak awal tahun ini.

Serangan terhadap konsulat Amerika di Benghazi September lalu menewaskan Duta Besar Amerika Christopher Stevens dan tiga warga Amerika lainnya.

Sebelumnya, hari Jumat, Amerika dan Inggris menarik sebagian staf diplomatiknya dari kedutaan mereka di Libya karena konfrontasi antara pemerintah dan milisi-milisi yang memblokade beberapa bagian ibukota.
XS
SM
MD
LG