Tautan-tautan Akses

Melihat Kembali Kunjungan Bersejarah Mantan Pemimpin Jepang ke Pearl Harbor


PM Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada para wartawan bahwa ia akan berkunjung ke Pearl Harbor untuk bertemu dengan Presiden AS Barack Obama dalama kunjungan dua harinya ke Hawai (5/12). (foto: Kyodo via REUTERS).

PM Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada para wartawan bahwa ia akan berkunjung ke Pearl Harbor untuk bertemu dengan Presiden AS Barack Obama dalama kunjungan dua harinya ke Hawai (5/12). (foto: Kyodo via REUTERS).

PM Jepang, Shinzo Abe, akan melakukan kunjungan rekonstruksi bersejarah oleh pemimpin Jepang Shigeru Yoshida pada tahun 1951 ke Pearl Harbor setelah mengaku kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe – yang pada hari Selasa (27/12) akan berkunjung ke Pearl Harbor bersama Presiden Barack Obama – belum dilahirkan ketika mantan pemimpin Jepang Shigeru Yoshida melawat ke tempat itu enam tahun setelah mengaku kalah dalam Perang Dunia Kedua. Abe akan mengulangi kunjungan bersejarah Yoshida itu.

Yoshida dikenang karena menandatangani perjanjian perdamaian San Fransisco dengan Amerika dan beberapa negara lain tahun 1951, yang memperbolehkan Jepang kembali aktif di dunia internasional setelah kekalahannya dalam perang. Lawatan Yoshida – yang dilakukannya dalam perjalanan pulang dari San Fransisco – dibayangi perjanjian bersejarah itu.

Sejumlah tulisan dan foto bersejarah yang digali oleh kantor berita Associated Press merekonstruksi lawatan Yoshida, mulai dari niatnya meraih kembali kepercayaan Amerika hingga bagaimana ia baru merasa nyaman dengan kunjungan itu setelah melihat anjing milik komandan Angkatan Laut Amerika ketika itu.

Yoshida tiba di Pearl Harbor tanggal 12 September 1951, beberapa saat setelah mengajukan kunjungan kehormatan itu kepada kantor komandan armada Amerika di Pasifik – Laksamana Arthur W.R. Radford. Kantor yang mengawasi operasi Pearl Harbor itu menawarkan kunjungan langsung ke lokasi bekas serangan Jepang pada 7 Desember 1941.

Radford ingat bagaimana ia menilai Yoshida mungkin merasa tidak nyaman karena letak kantornya. “Saya hampir bisa melihat kehancuran Arizona” dari jendela, tulis Radford dalam buku memoarnya yang berjudul “Dari Pearl Harbor ke Vietnam”, merujuk pada kapal-kapal tempur yang tenggelam dalam serangan itu.

Yoshida – yang telah mendapat pendidikan Barat dan lancar berbahasa Inggris – datang dengan mengenakan jas berwarna putih, mengenakan topi khasnya dan membawa tongkat, tetapi ia tampak kaku.

Anjing Radford yang memecahkan kekakuan itu.

Anjing jenis Scottish Terrier yang berdiri di depat meja Radford berjalan perlahan-lahan ke arah Yoshida, mengendus sepatu dan pergelangan kaki Yoshida. “Percakapan tentang anjing itu mewarnai sebagian besar lawatan tersebut”, ujar Radford.

Yoshida adalah seorang pencinta anjing, dan sempat membawa anjing sebelum meninggalkan San Fransisco, ujar cucunya Taro Aso, yang kini menjabat sebagai menteri keuangan Jepang. Setelah lawatannya yang sukses itu, Yoshida memberi nama kedua pasang anjing itu “San” dan “Fran”.

Beberapa tahun kemudian Yoshida mengatakan kepada istri Radford bahwa ia malu ketika berjalan menuju kantor Radford setelah melihat apa yang terjadi di Pearl Harbor, dan betapa gembiranya ketika melihat anjing itu bisa memecahkan kekakuan situasi ketika itu.

Sebuah foto arsip Angkatan Laut yang didapatkan Associated Press menunjukkan kedua tokoh berjabat tangan, dan dengan tersenyum Yoshida memandang ke arah Radford yang jauh lebih tinggi. Yoshida menghabiskan waktu sekitar 20 menit di kantor Radford, demikian menurut laporan Associated Press tanggal 13 September 1951. [em]

XS
SM
MD
LG