Tautan-tautan Akses

Meksiko Rilis Hasil Penyelidikan 43 Mahasiswa yang Hilang


Para anggota keluarga dan kerabat 43 mahasiswa yang hilang melakukan unjuk rasa di Mexico City untuk memperingati setahun hilangnya mahasiswa tersebut pada 26 September lalu (foto: dok).

Para anggota keluarga dan kerabat 43 mahasiswa yang hilang melakukan unjuk rasa di Mexico City untuk memperingati setahun hilangnya mahasiswa tersebut pada 26 September lalu (foto: dok).

Hilangnya ke-43 mahasiswa dari kampus sekolah guru di sebuah pedalaman itu pada 26 September 2014 telah menggoncangkan pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto.

Jaksa Agung Meksiko, Arely Gomez Gonzalez hari Minggu (11/10) memenuhi janjinya untuk mempublikasikan 85 arsip hasil penyelidikan kantornya terhadap hilangnya 43 mahasiswa.

Gonzalez menggunakan Twitter resminya untuk menyampaikan link situs kantor kejaksaan yang memuat arsip penyelidikan tersebut. Sebelumnya selama beberapa pekan terakhir ini Gonzalez telah mengijinkan wartawan untuk membaca sekitar 54 ribu halaman hasil penyelidikan itu di kantornya, tetapi hanya boleh membawa buku catatan dan pulpen.

Dalam hasil penyelidikan yang dipublikasikan kepada masyarakat, sejumlah nama dan rincian lain telah ditutupi tinta hitam.

Gonzalez mempublikasikan ke-85 bundel dan catatan-catatan tambahannya secara online untuk memenuhi perintah Institut Transparansi Nasional Meksiko.

Hilangnya ke-43 mahasiswa dari kampus sekolah guru di sebuah pedalaman itu pada 26 September 2014 telah menggoncangkan pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Keluarga para mahasiswa itu menolak menerima versi pemerintah bahwa polisi lokal di Iguala telah menangkap para mahasiswa, menyerahkan mereka kepada kartel narkoba yang kemudian membunuh dan membakar mayat mereka.

Panel pakar internasioal yang dikirim oleh Inter-American Commission on Human Rights menghabiskan waktu selama enam bulan untuk mengkaji hasil penyelidikan pemerintah dan menemukan banyak kelemahan.

Komisi itu menyimpulkan bahwa cerita pemerintah bahwa mayat para mahasiswa yang dibakar itu tidak bisa dikenali lagi tidak masuk akal, dan menambahkan laporan-laporan resmi itu tampaknya mengecilkan kehadiran polisi dan pasukan federal di daerah dimana ke-43 mahasiswa itu ditangkap.

Pakar-pakar itu mendapati bahwa pihak angkatan bersenjata telah mengamati situasi itu dengan seksama, tetapi mereka menolak tim penyelidik internasional mewawancarai tentara.

Badan transparansi pemerintah yang sama hari Minggu mengatakan bahwa tentara harus melakukan pencarian besar-besaran dan mempublikasikan secara terbuka komunikasi apapun dengan para pejabat di Amerika terkait hilangnya ke-43 mahasiswa itu. [em/ii]

XS
SM
MD
LG