Tautan-tautan Akses

Meksiko Belum Temukan 43 Mahasiswa yang Hilang


Seorang anak berdiri di depan kursi-kursi kosong dengan potret 43 mahasiswa yang hilang, yang dibuat berderet untuk memperingati sembilan bulan menghilangnya mereka dari Mexico City (27/6). (AP/Marco Ugarte)
Seorang anak berdiri di depan kursi-kursi kosong dengan potret 43 mahasiswa yang hilang, yang dibuat berderet untuk memperingati sembilan bulan menghilangnya mereka dari Mexico City (27/6). (AP/Marco Ugarte)

Tidak ada satupun dari mayat-mayat yang ditemukan tersebut terkait dengan para mahasiswa yang hilang dan pihak berwenang merasa mereka tidak akan ditemukan.

Pencarian atas 43 mahasiswa yang hilang di negara bagian Guerrero di selatan Meksiko, telah memunculkan sedikitnya 60 makam tak bernama dan 129 mayat dalam beberapa bulan terakhir, menurut Kejaksaan Agung Meksiko.

Tidak ada satupun dari mayat-mayat itu yang terkait dengan anak-anak muda tersebut, yang hilang setelah bentrokan dengan polisi di kota Iguala pada 26 September, dan pihak berwenang merasa mereka tidak akan ditemukan.

Para jaksa mengatakan mahasiswa-mahasiswa itu dibawa oleh sebuah geng narkoba yang membunuh mereka dan membakar jenazahnya. Penyelidikan tersebut telah mengukuhkan enam kematian di Iguala, kotamadya berpenduduk 120.000 yang berjarak 200 kilometer ke selatan Mexico City.

Kasus tersebut telah difokuskan pada sejumlah besar orang yang telah hilang di Guerrero dan negara-negara bagian Meksiko lainnya di mana kekerasan narkoba menyebar luas.

Jumlah mayat dan kuburan yang ditemukan dari Oktober sampai Mei mungkin bisa lebih tinggi daripada yang dilaporkan, menurut Kejaksaan Agung, karena responnya terhadap permintaan berdasarkan kebebasan informasi dari kantor berita Associated Press hanya mencakup kasus-kasus yang melibatkan spesialis-spesialis kuburan massal.

Lebih dari 20.000 orang dinyatakan hilang di seluruh Meksiko, dan banyak yang dinyatakan telah "menghilang" di Guerrero, negara bagian yang merupakan penghasil besar opium dan merupakan medan perang antara beberapa kartel atas wilayah dan jalur penyelundupan narkoba.

Pemerintah mengatakan tidak ada bukti keterlibatan 43 mahasiswa itu dalam perdagangan narkoba dan mereka salah dikira sebagai anggota geng lawan.

Banyak orang mempertanyakan versi pemerintah mengenai apa yang terjadi pada mahasiswa-mahasiswa tersebut, termasuk orang-orangtua dan Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia, yang minggu lalu mengeluarkan laporan yang merinci setidaknya 30 kealpaan dalam investigasi yang dapat menentukan nasib anak-anak muda itu. Beberapa adalah prosedur investigasi dasar yang tidak pernah dilakukan.

Hari Minggu, beberapa ratus orang yang dipimpin para orangtua mahasiswa-mahasiswa yang hilang itu, berdemonstrasi di Mexico City dan menyerukan keadilan dalam kasus tersebut. Demonstrasi telah dilakukan pada tanggal 26 setiap bulan sejak insiden tersebut.

Dari 129 mayat yang ditemukan di kuburan-kuburan tersebut, 112 laki-laki, 20 persempuan dan sisanya tidak jelas, menurut informasi dari Kejaksaan Agung. Pihak berwenang mengatakan hanya 16 mayat yang telah diidentifikasi pada 13 Juli.

XS
SM
MD
LG