Tautan-tautan Akses

Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) Dinilai Capai Banyak Kemajuan

  • Lisa Schlein

PBB menyelenggarakan konferensi mengenai target pencapaian MDG di markas PBB di New York (foto: file dok)

PBB menyelenggarakan konferensi mengenai target pencapaian MDG di markas PBB di New York (foto: file dok)

Meski banyak mencapai kemajuan, PBB memperingatkan masih banyaknya jumlah penduduk termiskin di dunia yang masih tertinggal.

PBB melaporkan kemajuan signifikan tengah diraih untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium atau MDG pada tahun 2015. Namun, PBB juga memperingatkan masih banyaknya penduduk termiskin di dunia yang tertinggal, dan banyak upaya yang harus dilakukan untuk membantu mereka keluar dari kemiskinan, serta untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Apa yang dimulai sebagai visi yang luas 11 tahun lalu tentang gambaran masyarakat yang lebih adil, tampaknya berubah menjadi harapan nyata bagi ratusan juta orang di negara-negara termiskin di dunia. Tahun 2000, PBB menetapkan Tujuan Pembangunan Milenium, rencana ambisius untuk memberantas kemiskinan, kelaparan, buta huruf dan penyakit pada tahun 2015.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon, banyak dari tujuan itu berada pada jalur untuk dicapai. Ia mengatakan, "Ratusan juta telah keluar dari kemiskinan. Lebih banyak orang memiliki akses ke pendidikan, layanan kesehatan yang lebih baik dan air bersih. Terlepas dari krisis ekonomi global, krisis pangan dan energi, kita berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi target-target MDG untuk mengurangi kemiskinan."

Bank Dunia memperkirakan kemiskinan global akan berkurang sebesar 15 persen pada tahun 2015. Ini masih jauh di bawah target semula, penurunan sebesar 23 persen.

Laporan itu mengatakan sebagian negara termiskin telah membuat langkah besar dalam pendidikan, dengan kemajuan terbesar terjadi di Sub-Sahara Afrika. Laporan itu mengatakan negara-negara yang sangat miskin, termasuk Burundi, Madagaskar, Rwanda dan Samoa, telah mencapai atau mendekati tujuan pendidikan dasar universal.

Penulis utama laporan tersebut, Francesca Perucci, mengatakan tingkat kematian anak menurun secara drastis."Anak-anak yang meninggal dunia berkurang hampir 12,000 orang setiap hari. Angka kematian balita menurun dari 12,4 juta pada tahun 1990 menjadi 8,1 juta pada tahun 2009. Antara tahun 2000 dan 2008, gabungan antara pemberian imunisasi yang lebih baik dan kesempatan mendapatkan imunisasi dosis kedua, menurunkan angka kematian akibat campak di seluruh dunia sebanyak 78 persen," ujar Perucci.

Perucci mengatakan pencegahan kematian itu berarti berkurangnya seperempat tingkat kematian balita karena semua penyebab.

Kemajuan penting pada bidang lain juga dicapai. Contohnya, ada 20 persen penurunan kematian karena malaria di seluruh dunia, infeksi HIV baru berkurang secara stabil dan lebih banyak orang dengan HIV atau AIDS yang menerima terapi antiretroviral.

Meskipun ini adalah kabar baik yang patut dirayakan, laporan itu mencatat kemajuan itu tidak merata. Terlalu banyak orang yang tertinggal dan lebih banyak hal harus dilakukan untuk membantu mereka memperbaiki kehidupan.

Laporan itu mencatat lebih dari 2,6 miliar orang tidak punya akses pada toilet atau bentuk sanitasi yang lebih baik lainnya. Ratusan juta orang tidak memiliki akses ke air bersih. Dan, berat badan hampir seperempat jumlah anak-anak di negara-negara berkembang di bawah standar akibat kelaparan.

XS
SM
MD
LG