Tautan-tautan Akses

AS

McDonald’s di AS Tampilkan Nilai Kalori dengan Mencolok


Restoran McDonald's di AS akan menampilkan nilai kalori di papan menu. (Foto: Dok)

Restoran McDonald's di AS akan menampilkan nilai kalori di papan menu. (Foto: Dok)

Jaringan restoran dan drive through McDonald's di seluruh AS akan menampilkan nilai kalori di papan menu secara mencolok.

Berapa nilai kalori sebuah burger Big Mac dan kentang goreng ukuran besar? Jawabannya adalah 1.050 kalori, dan mulai minggu depan, McDonald’s akan memberitahu konsumen angka-angka tersebut dengan lampu yang menyala terang di papan menu.

Jaringan restoran hamburger nomor satu dunia itu mengatakan pada Rabu (12/9) bahwa informasi mengenai kalori tersebut akan ada di sekitar 14.000 restoran dan drive-through, lebih awal dari peraturan nasional yang mewajibkan jaringan restoran besar untuk mengungkapkan data kalori makanan.

McDonald's Corp adalah pemimpin tren untuk restoran semacam ini dan langkahnya dalam isu ini, yang didesak peraturan dan tekanan dari aktivis kesehatan publik, sepertinya akan memaksa operator restoran lainnya untuk mengikuti mereka dengan segera.

Negara bagian California dan kota-kota seperti New York sudah lebih dulu mewajibkan adanya jumlah kalori di dalam menu. Lewat undang-undang kesehatan AS yang baru, restoran di seluruh negeri harus segera mencantumkan nilai kalori dan detil nutrisi lainnya dalam menu.

Peraturan nasional tersebut menargetkan restoran yang memiliki cabang di 20 atau lebih lokasi, dan gerai-gerai makanan ritel lainnya. Sebagian besar jaringan restoran yang besar bertahan tidak mencantumkan informasi tersebut karena tidak ada ancaman perundangan dan denda.

Tenggat untuk kepatuhan secara nasional telah ditunda dan tidak diharapkan untuk berlaku sampai setelah pemilihan umum presiden AS.

McDonald's sendiri lambat dalam melakukan pelabelan kalori.

Ketika proposal pelabelan mulai merebak beberapa tahun lalu, wakil McDonald’s secara publik menentangnya. Keluhan yang umum adalah bahwa peraturannya tidak konsisten dari satu wilayah hukum ke wilayah lainnya. Beberapa petinggi perusahaan mengatakan bahwa pengungkapan kalori akan melanggar privasi konsumen.

Cindy Goody, direktur gizi senior dari McDonald's USA, menggambarkan langkah terbaru perusahaan tersebut adalah cara untuk membantu konsumen memahami pilihan-pilihan makanannya.

Perusahaan tersebut, yang ada di hampir setiap komunitas di AS dan melayani 25 juta konsumen di negara itu setiap hari, menganggap pencantuman nilai kalori sebagai kesempatan bisnis.

“Ini alasan baru [supaya konsumen] berkunjung lebih sering,” ujar Goody.

Informasi kalori dan nilai gizi lainnya sudah tersedia di laman perusahaan.

Pencantuman kalori di papan menu memungkinkan konsumen untuk menggunakan informasi tersebut ketika akan memutuskan makan apa.

Margo Wootan, direktur kebijakan nutrisi untuk lembaga nirlaba Pusat Sains bagi Kepentingan Publik, memperkirakan tenggat nasional untuk pelabelan kalori akan berlaku akhir 2013, jadi pelanggan McDonald’s mendapat informasi tersebut setahun lebih awal daripada yang diwajibkan.

Peraturan pencantuman kalori tersebut telah membantu mendorong banyak restoran, termasuk Starbucks Corp, untuk memotong kalori dari makanannya dan menyoroti pilihan-pilihan makanan yang lebih sehat, ujar Wootan.

Langkah-langkah tersebut berarti karena sepertiga asupan kalori orang Amerika didapat dari makan di luar, menurut Wootan.

Karena tuntutan dari para orangtua dan aktivis kesehatan, McDonald's juga telah mengambil langkah untuk membuat menunya lebih sehat.

Porsi kentang goreng dalam paket makanan untuk anak-anak, Happy Meals, dikurangi lebih dari sepertiga, digantikan oleh apel untuk setiap pesanan.

Selama musim panas yang baru lalu, ada promosi “Favorit di Bawah 400” yang menyoroti produk-produk dengan kalori di bawah angka tersebut.

McDonald's juga berencana menambah lebih banyak buah segar dan sayuran ke dalam menunya, dan mengurangi kalori, kandungan lemak jenuh dan gula tambahan di menu-menu restoran seluruh AS pada 2020.

Lembaga Akuntabilitas Perusahaan Internasional telah menekan McDonald’s untuk membuat perubahan yang lebih berani terhadap menunya dan menghentikan iklan untuk anak-anak.

“Untuk benar-benar membahas dampak kesehatan, produsen raksasa burger tersebut perlu membuat perubahan-perubahan yang lebih monumental dan menjangkau khalayak luas,” ujar Juliana Shulman, manajer senior untuk kampanye Value the Meal dari grup tersebut.

Lebih dari dua tahun yang lalu, Panera Bread Co menjadi jaringan restoran nasional pertama yang secara sukarela mencantumkan nilai kalori di toko-toko mereka. Jaringan restoran roti lapis Subway juga melakukan hal yang sama untuk memosisikan dirinya sebagai alternatif yang lebih sehat dari kompetitor seperti McDonald's dan Burger King Worldwide Inc. (Reuters/Lisa Baertlein)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG